DetikNews
Kamis 25 April 2019, 16:18 WIB

Ketua KPU Jakbar Cerita Dimaki karena Salah Input Data

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Ketua KPU Jakbar Cerita Dimaki karena Salah Input Data Foto: Rolando/detikcom
Jakarta - Ketua KPU Jakarta Barat Cucum Sumardi mengaku sempat mendapat makian karena kesalahan dalam meng-input data hasil pemungutan suara. Padahal dia saat itu hanya melakukan dua kesalahan.

"Ada beberapa kemarin ada 2 di Kembangan dan di Grogol Petamburan 1, ada kesalahan input antara hasil scan dengan hasil input. Tapi 2 kesalahan ini saya habis dicaci maki oleh teman-teman kemarin," kata Cucum saat menghadiri acara 'Deklarasi Damai Pasca Penyelenggaraan Pemilu 2019 oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkompikot) Jakarta Barat' di Hotel Twin Plaza, Jakbar, Kamis (25/4/2019).

Cucum menambahkan, dia langsung melakukan pembetulan ketika mengetahui adanya kesalahan tersebut.

"Padahal dari 2 kesalahan ini yang benar 4.600 input-an yang benar, yang salah cuma 2. Yang salah ini kita lakukan cross check dan pembetulan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Cucum mengklaim penyelenggaraan pemungutan suara di wilayah Jakarta Barat berjalan aman dan lancar. Dia mengatakan, tidak ada pemungutan suara ulang (PSU) di Jakarta Barat.

"Jakarta Barat dalam penyelenggaraan ini paling tidak mempertahankan prestasi yang pernah kita raih di 2014. Di 2014 satu-satunya kota yang tidak menyelenggarakan pemungutan suara ulang pada pemilu 2014 adalah Jakarta Barat. Alhamdullilah pada pemilu 2019 Jakarta Barat juga zero PSU," jelas dia.



Kemudian, Cucum menyampaikan bahwa KPU transparan dalam memberikan informasi terkait hasil perhitungan suara. Baik dalam perhitungan manual, maupun real count.

Sebab, KPU memiliki aplikasi Situng (Sistem Informasi Penghitungan Suara) melalui situs pemilu2019.kpu.co.id.

"Bapak ibu silakan buka handphone, itu bisa diakses lewat pemilu2019.kpu.co.id itu sudah bisa akses semuanya. Silakan cari tahun berapa perolehan suara presiden, DPR, hanya saja kita butuh waktu. Sampai hari ini di bawah angka 40 persen penginputannya," lanjutnya.

Namun, Cucum mengingatkan bahwa proses situng bukan hasil resmi, sebab penginputan data masih terus berlangsung.

"Jadi proses situng bukan hasil resmi, tapi hasil sementara yang bisa diakses oleh publik. Sementara hasil resmi yang kita tetapkan hasil penghitungan manual," tandasnya.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +