DetikNews
Kamis 25 April 2019, 14:02 WIB

Datangi KPU, BPN Prabowo Pantau Server Hingga Tanya Dugaan Kecurangan

Dwi Andayani - detikNews
Datangi KPU, BPN Prabowo Pantau Server Hingga Tanya Dugaan Kecurangan Foto: Sekjen parpol BPN Prabowo datangi KPU (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Sekjen-sekjen parpol yang tergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendatangi KPU RI. Kedatangannya kali ini mempertanyakan terkait dugaan kecurangan.

"Kami juga berdiskusi berbagai macam kecurangan dan sisa waktu yang ada kami harapkan, berbagai macam kecurangan itu bisa diungkap. Berbagai macam salah upload salah data dan sekarang ini juga kami minta agar segera diselesaikan," ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).

Muzani datang ditemani Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso dan Sekjen PAN Eddy Soeparno. Mereka bertemu dengan Ketua KPU Arief Budiman beserta beberapa komisioner KPU.



Mereka sempat melakukan pertemuan secara tertutup. Selanjutnya mereka juga memantau ruang server yang berada di kantor KPU.

Datangi KPU, BPN Prabowo Pantau Server Hingga Tanya Dugaan KecuranganFoto: Sekjen parpol BPN Prabowo datangi KPU (Dwi Andayani/detikcom)


Muzani mengatakan pihaknya juga menyampaikan belasungkawa terhadap banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia. Menurutnya, saat ini upaya yang dilakukan yaitu memberikan dana santunan untuk meringankan beban pembiayaan.

"Kami menyampaikan duka cita, belasungkawa simpati yang teramat besar, dari kami para sekretaris jenderal partai partai politik yang tergabung dalam koalisi adil dan makmur pengusung pasangan prabowo-sandi atas banyaknya penyelenggara pemilihan umum di berbagai tingkat yang wafat meninggal akibat berbagai macam sebab," kata Muzani.

"Upaya yang dilakukan sekarang ini adalah dengan memberikan santunan, baik kepada mereka meninggal dunia ataupun kepada mereka yang masih dirumah sakit. Agar beban pembiayaan tersebut bisa mendapatkan santunan dari negara," sambungnya.


Muzani mengatakan pihaknya berharap agar KPU dapat mempergunakan sisa waktu yang ada dalam pemilu. Selain itu, KPU juga diminta untuk menjaga suara rakyat yang telah disalurkan pada saat pencoblosan.

"Memberi harapan kepada KPU yang masih besar, agar sisa waktu yang ada digunakan dengan baik berlaku baik berlaku jujur. Setiap suara setiap hak suara yang sudah disuarakan oleh rakyat Indonesia dalam pemilu kemarin, menjadi sebuah bentuk kedaulatan rakyat yang harus dihargai dan harus dijaga berapapun jumlah suara itu," tuturnya.



Pada kesempatan yang sama, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya menerima masukan yang diberikan BPN. Dia juga menyebut akan tetap melaksanakan pemilu dengan jujur dan adil.

"Terimakasi memberi masukan agar pemilu berjalan jurdil, kami respon dan catat dengan baik masukan. Kami akan tindak lanjuti sebagaimana catatana yang disampaikan pada kita dan ini disampaikan agara pemilu tetap adil dan jurdil," ujar Arief.


Simak Juga Video BPN: Dicurangi Menang 62%, Kalau Tidak Dicurangi Bisa 75%

[Gambas:Video 20detik]


(dwia/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed