DetikNews
Kamis 25 April 2019, 10:04 WIB

Ini Alasan Hakim Vonis Mati 2 Pembunuh Sopir Taksi Online

Raja Adil Siregar - detikNews
Ini Alasan Hakim Vonis Mati 2 Pembunuh Sopir Taksi Online Dua pembunuh divonis mati (raja/detikcom)
Palembang - Dua pembunuh sopir taksi online di Palembang, Sumatera Selatan, Riduan dan Acuandra dijatuhi vonis mati. Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai tidak ada satu pun alasan yang meringankan.

Vonis kedua terdakwa dibacakan majelis hakim yang diketuai Bagus Irawan, di PN Palembang, Rabu (24/4) kemarin. Terlihat hadir perwakilan komunitas driver taksi online dan keluarga korban saat sidang.

"Perbuatan terdakwa telah menimbulkan penderitaan bagi keluarga korban. Selain itu, tidak ada satu pun hal-hal yang dapat meringankan para terdakwa," kata Bagus Irawan dengan tegas dalam putusannya.


Bagus menilai, perbuatan dua terdakwa cukup kejam. Di mana korban bernama Sofyan (43), dibunuh dan semua barang dibawa para terdakwa dan diketahui ada empat orang.

"Kami menilai ini sangat kejam, tidak ada rasa kemanusian. Korban dibunuh saat sedang mencari nafkah bagi keluarganya dengan menjadi sopir taksi online dan punya 4 anak yang masih kecil," kata Bagus.


Sementara itu, terkait pasal alternatif di kasus tersebut. Bagus mengatakan ada dua Pasal yang didakwakan JPU dalam persidangan, yakni Pasal 356 dan Pasal 340 KUHP.

"Pasal diterapkan itu ada dua, baik Pasal perampokan dan pembunuhan berencana. Selama persidangan didapat keterangan dan fakta bahwa terdakwa ini berencana membunuh dulu, baru merampas barang korban," kata Bagus.

Pernyataan ini pun diperkuat keterangan terdakwa FR yang sudah divonis terlebih dahulu. Menurutnya mereka datang dari Musi Rawas sengaja untuk mencari sopir taksi online dan dirampok.

"Kalau dari keterangan terdakwa anak ini memang berencana membunuh dulu baru merampas dan terbukti dari keterangan di persidangan. Kedua, mereka sengaja datang dari jauh hari dan targetnya sopir taksi online," kata Bagus.


Dengan berbagai pertimbangan di atas, hakim secara bulat memutuskan kedua terdakwa dengan hukuman mati. Tanpa ada satupun alasan yang meringankan.

"Menyatakan para terdakwa ini terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana. Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa pidana mati," ucap Bagus yang langsung terdengar suara gemuruh tepuk tangan penunjung sidang.

Terdakwa yang mendengarkan putusan hakim putusan hakim langsung terdiam. Bahkan Acuan, terlihat meneteskan air mata saat digiring keluar ruang sidang.


Keduanya terbukti menghabisi nyawa sopir taksi online, Sofyan (43) pada 29 Oktober 2018. Setelah nyawa Sofyan dihabisi, pelaku membuang korban ke semak-semak hutan. Saat ditemukan beberapa pekan setelahnya, korban sudah jadi tulang belulang di semak belukar kebun sawit di Muratara, Sumatera Selatan.
(ras/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed