DetikNews
Rabu 24 April 2019, 13:08 WIB

Sandi Tolak Isu Boikot Nasi Padang: Hasil Pilpres Jangan Buat Orang Julid

M Alfons - detikNews
Sandi Tolak Isu Boikot Nasi Padang: Hasil Pilpres Jangan Buat Orang Julid Foto: Ilustrasi Sandiaga makan. (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom).
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Jakarta - Media sosial tengah ramai pembicaraan soal boikot nasi Padang yang dikaitkan dengan kekalahan Jokowi-Ma'ruf Amin versi quick count di Sumatera Barat. Sandiaga Uno meminta masyarakat untuk tidak terlalu julid saat menyikapi hasil Pemilu 2019.

"Soal (isu blokir) masakan padang kita harus jauh lebih dewasa, kita punya kuliner yang terbaik, rendang itu juara dunia, salah satu makanan yang tren, jangan karena ada pilpres ini, kita, kekuatan bangsa kita ini, membuat kita terpecah belah, ini menurut saya kita harus dewasa," ujar Sandiaga di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

Pasangan capres Prabowo Subianto ini meminta netizen untuk dewasa menyikapi hasil Pilpres. Sandiaga berharap agar masyarakat tidak terlalu bawa perasaan (baper) hingga menjadi nyinyir.


"Masakan padang, CNN sudah menobatkan selain nasi goreng, rendang juga yang terbaik, kita pastikan jangan juniper, hasil dari pilpres ini jangan buat orang julid, nyinyir, dan baper, ini pilihan rakyat, dan tidak, kita lepaskan semua dari kegiatan kekuatan bangsa salah satunya kuliner," ucapnya.

"Kuliner kita bisa peluang, ekonomi kita terus bergerak kalau kuliner kita terus bergerak. Mari para elit dan masyarakat semua menyikapi hasil pilpres ini dengan hati yang lapang dan Sumatera Barat sudah sampaikan apa yang jadi pilihannya dan akan kita kawal nanti hasil C1 nya," sambungnya.

Perbincangan mengenai 'boikot nasi Padang' ini dipicu oleh beredarnya screenshot status Facebook seseorang yang menyatakan malas makan di rumah makan Padang. Kemudian ada orang lain yang memberikan komentar di posting-an itu yang intinya mengaitkan dengan tidak adanya balas jasa kepada 'Pakde'. Screenshot itu kemudian viral dengan bumbu-bumbu kekalahan Jokowi di Sumbar.

Berdasarkan hasil hitung cepat Indo Barometer, Jokowi-Ma'ruf kalah telak oleh Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi-Ma'ruf hanya mendapat 9,55 persen di Sumbar, sementara Prabowo-Sandiaga 90,45 persen.


Sandiaga meminta hasil Pilpres di Sumbar tidak membuat netizen menyerukan pemboikotan terhadap kuliner nusantara. Ide itu dinilainya sangat kekanak-kanakan.

"Hasil seperti apanya jangan diartikan masakan padang itu terus harus diboikot atau apapun yang tidak memilih Prabowo-Sandi nggak boleh masak, makan masakan padang, menurut saya itu sangat tidak dewasa, sangat kekanak-kanakan," tutur Sandiaga.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf sudah membantah pihaknya menjadi inisiator soal blokir nasi Padang. TKN Jokowi menolak isu di media sosial itu.

"Tidak benar kami yang menyerukan agar melakukan pemboikotan nasi padang. Tidak mungkin kami memboikot salah satu kuliner kebanggaan bangsa Indonesia. Kita tidak boleh melakukan pemboikotan terhadap nasi Padang. Ini salah satu kebanggaan kuliner kita. Jika pemboikotan itu terjadi, tentu kami sangat sesalkan," tegas juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Selasa (23/4).
(elz/fjp)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed