DetikNews
Selasa 23 April 2019, 19:14 WIB

TKN: Klaim Prabowo Menang 62% Sumir, Dalam Waktu 4 Jam Sudah Entri Data 40%

Rolan - detikNews
TKN: Klaim Prabowo Menang 62% Sumir, Dalam Waktu 4 Jam Sudah Entri Data 40% TKN Jokowi-Ma'ruf Amin (Rolan/detikcom)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mempertanyakan klaim kemenangan yang dilakukan Prabowo Subianto pascapencoblosan. TKN menilai klaim Prabowo sumir. Apalagi deklarasi kemenangan 62 persen digembar-gemborkan dalam waktu 4 jam dari penutupan TPS pukul 13.00 WIB.

"Jadi klaim 62 persen itu sumir dan nggak mungkin. Klaim keanehan itu. Karena apa? Karena pemilu selesai jam 1 siang, jam 5 sore dikatakan real count mereka entri data 40 persen. Itu hanya jin bikin Candi Prambanan bisa buat. Tidak bisa dilakukan manusia itu. Ada kita datanya, jadi setiap hari kita akan buka itu," kata Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).



Dia juga menemukan ada klaim kemenangan Prabowo di Bangka Belitung. Namun, setelah ditelusuri, ternyata Prabowo hanya menang di beberapa TPS.

"Jadi di Bangka Belitung karena grafik kita sudah stabil dan suara yang masuk sudah lebih dari 30 persen. Nah, hari ini kita klaim di Bangka Balitung kita menang. Dalam rangka memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat, kita bandingkan juga data dari BPN yang mengklaim mereka menang, kita selidiki ternyata hanya dua TPS, mereka diambil sebagai bukti," jelasnya.

Lukman menyebut menemukan klaim kemenangan Prabowo di Bangka Belitung di media sosial. Namun, belakangan, lanjutnya, data kemenangan itu hilang.

"Mereka juga klaim kemenangan 60 persen, kami 39 persen. Mari kita lihat, data di Babel sudah masuk di kita 33 persen, dan grafiknya sudah stabil. Dan kami menyatakan di Babel menyatakan menang 64 persen, 02 hanya memperoleh 35 persen. Dan angka ini sama dengan real count KPU hari ini yang sudah 21 persen mereka masuk suara, sudah menuju kestabilan juga," tuturnya.

"Kalau yang didapat kita sih dalam bentuk begitu. Masa data begitu diklaim menang? Kaya kemarin di DKI dia hanya 300 TPS, kita nggak berani ngomong, tapi jika data yang masuk 40 persen dan stabil, ya kita umumkan bahwa kita menang. Setiap hari kami akan buka yang kita sudah stabil di angka 40 persen. Kami akan rilis dan kami akan bandingkan dengan BPN, biar kebohongan dibuka oleh masyarakat itu sendiri," papar Lukman.



Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman EdyWakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy (Rolan/detikcom)


Adapun yang diklarifikasi TKN soal kemenangan Prabowo di Riau, da mengakui Jokowi-Ma'ruf kalah, tapi tidak dengan selisih yang jauh.

"Kami lihat hasil real count mereka itu ternyata kita dikatakan kalah 21 persen, dan mereka menang 78,26 persen. Faktanya, itu hanya di 145 TPS, bandingkan dengan keseluruhan TPS di Provinsi Riau 17.636 TPS. Jadi ini sebuah kebohongan yang dipublikasikan kepada publik untuk mem-framing pemikiran publik bahwa pemilu sekarang ini 02 sudah memenangkan pertarungan di setiap daerah. Apalagi kemudian menyatakan di Sumatera mereka menang semua," kata Lukman.

Sementara itu, Lukman memaparkan mekanisme di kubu 01 dalam penghitungan suara versi internal. Dia menjelaskan, tim dari 01 melakukan entri data dari saksi-saksi dan melalui aplikasi 'Jamin'. Adapun entri data dibantu oleh parpol koalisi.

"Kemudian ada PDIP yang melakukan rekapitulasi bukan hanya pileg, tapi juga pilpres sebagai perbandingan. Ada juga PKB, ada juga NasDem, kita di-support oleh tiga partai itu. Golkar untuk beberapa daerah, ada 9 provinsi yang memberikan support kepada kita untuk data mereka, sebagian di wilayah timur. Papua, Papua Barat, Maluku, NTB, NTT, ada 9 provinsi yang datanya di-support oleh Golkar. Kalau PKB umumnya di kabupaten-kabupaten di Jawa Timur, kalau PDIP semuanya, seluruh Indonesia mereka support, terutama data-data manual ada di PDIP," tuturnya.



Lukman menegaskan rekapitulasi data yang dilakukan kubu 01 sudah 30 persen dari 200 ribu TPS. Dia mengatakan, dari penghitungan entri data di lingkup internal, Jokowi-Ma'ruf Amin unggul perolehan suara di kisaran 55 persen.

"Kami di atas KPU sedikit ya, kalau di KPU baru 20 persen, di kami sekitar 30 persen. Kalau secara nasional, kita masih 55 persen. Hampir sama dengan KPU. Kita di angka nasional ada di angka 54,51 persen," jelasnya.



Saksikan juga video 'Farhat Abbas Ingin Prabowo Dihukum Seperti Ratna Sarumpaet':

[Gambas:Video 20detik]


(idn/elz)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed