detikNews
Senin 22 April 2019, 20:29 WIB

TKN: BPN Angkat Isu Kecurangan agar Bisa Masuk ke MK

Zakia Liland Fajriani - detikNews
TKN: BPN Angkat Isu Kecurangan agar Bisa Masuk ke MK Arya Sinulingga (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan menempuh jalur konstitusional bila terjadi sengketa hasil Pilpres 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin lantas berbicara ada pola mengangkat isu kecurangan.

"Satu-satunya cara supaya bisa masuk ke MK apa alasannya? Kecurangan TSM, terstruktur, sistem, dan masif. Itulah cara mereka untuk bisa masuk ke MK," kata Jubir TKN Arya Sinulingga di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).



Dia juga tak heran jika kubu Prabowo saat ini berbicara tentang kecurangan pemilu. Sebab, menurutnya, hanya lewat cara demikian mereka bisa melakukan penyelesaian sengketa pilpres.

"Makanya jangan heran isu mereka adalah isu TSM, sudah pasti isu TSM. Nggak mungkin nggak. Jadi itu yang dipakai. Makanya sekarang ini mereka akan angkat isu kecurangan. Karena hanya itulah cara-cara mereka untuk bisa tetap masuk ke MK. Sudah tahulah polanya," ucapnya.



Sebelumnya, Direktur Kampanye BPN Sugiono membeberkan bukti-bukti dugaan kecurangan pada Pemilu 2019. Bukti tersebut mulai video surat suara yang tercoblos hingga perbedaan data C1 dengan website KPU. Sugiono pun menegaskan akan membawa bukti-bukti tersebut ke KPU dan Bawaslu.

"Kami tidak bisa menunjukkan semua bukti karena ada ribuan. Tapi kami akan tunjukkan beberapa," katanya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Sementara itu, jubir BPN Andre Rosiade mengatakan people power yang sempat dilontarkan Amien Rais dilakukan melalui langkah konstitusional. Prabowo Subianto juga sudah menegaskan akan taat konstitusi. Tapi Prabowo ingin pendukung mengawal rekapitulasi suara.

"Prabowo Subianto dan seluruh pendukungnya berkomitmen tidak akan mengambil langkah di luar konstitusi. Jangan ragukan Merah Putih-nya Prabowo, kenegarawanan Prabowo, dan patriotisme Prabowo," kata Andre.
(idn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed