DetikNews
Senin 22 April 2019, 19:20 WIB

Banyak Anggota KPPS Meninggal Kelelahan, TKN: Satukan Pileg-Pilpres Berat

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Banyak Anggota KPPS Meninggal Kelelahan, TKN: Satukan Pileg-Pilpres Berat Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin merasa prihatin atas banyaknya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia karena kelelahan saat menjalankan tugas. TKN menilai Pemilu 2019 yang dilakukan secara serentak memang berat dan perlu evaluasi.

"Memang kali ini, ini evaluasi juga saya lihat. Evaluasi bagi kita ya, proses pemilu bahwa mungkin menyatukan antara pileg sama pilpres ini berat memang ya. Bagi semuanya berat. Bagi penyelenggaraannya berat. Bayangkan, mereka harus pleno, jumlahnya yang harus dia hitung berapa. Belum lagi komplain-komplain dan sebagainya," kata jubir TKN Arya Sinulingga di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).



Arya juga menyebut ada anggota KPPS di Simalungun yang mengundurkan diri karena keletihan. Dia juga mendapat laporan bahwa ada saksi-saksi yang kelelahan mengawal pemilu.

"Ini saya juga dapat laporan-laporan terus dari kawan-kawan di sana. Hari pertama saksi masih ada 10 orang lagi. Mereka kecapekan banget tuh sampai malam. Tadi malam tuh sampai jam 24.00 WIB masih juga pleno sampai jam segini. Ini saksi nih, belum lagi KPPS. Jadi memang kali ini beda. Letihnya bukan main," tuturnya.

Bawaslu sebelumnya mendapat konfirmasi ada 26 Panwaslu yang dilaporkan meninggal dunia. Kebanyakan mereka meninggal dunia karena kelelahan.

"Sementara meninggal terkonfirmasi 26, yang banyak kayaknya kelelahan, mungkin karena capek yang luar biasa," ujar Afifuddin di kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.



Afif mengakui pelaksanaan pemilu serentak ini lebih berat dibandingkan dengan Pemilu 2014. Hal ini akan menjadi fokus untuk perbaikan ke depan.

Sementara itu, Koordinator Divisi SDM Bawaslu Jawa Tengah Sri Sumanta mengatakan 93 pengawas pemilu jajaran Bawaslu Jawa Tengah terkena musibah. Dua diantaranya bahkan meninggal dunia.

Rata-rata pengawas tersebut kelelahan, kemudian sakit atau terlibat kecelakaan. Jajaran pengawas yang mengalami musibah didominasi pengawas TPS sebanyak 47 orang, pengawas tingkat kelurahan atau desa sebanyak 26 orang, staf sebanyak 13 orang, dan Panwascam sebanyak 7 orang.


Simak Juga 'KPU: 90 Petugas KPPS Meninggal Dunia, 374 Orang Sakit':

[Gambas:Video 20detik]


(idn/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed