DetikNews
2019/04/20 05:30:59 WIB

Round Up

Seruan Ormas dan Tokoh Agama: Tolak Provokasi, Ayo Rekonsiliasi

Herianto Batubara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Seruan Ormas dan Tokoh Agama: Tolak Provokasi, Ayo Rekonsiliasi Jumpa pers LPOI Foto: Agung Pambudhy/detikFoto
Jakarta - Berbagai ormas besar dan tokoh agama menyerukan agar pendukung Joko-Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno rekonsiliasi usai pencoblosan pada 17 April 2019. Segala bentuk provokasi yang bertentangan dengan konsitusi harus dieliminasi.

Rekonsiliasi terus disuarakan oleh ormas-ormas Islam usai pencoblosan, di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) yang dibentuk belasan ormas Islam juga turut menyampaikan hal senada.

Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta elite politik tak memobilisasi massa untuk menentang hasil Pemilu 2019. Daripada memobilisasi massa, ia menyarankan berbagai sengketa pemilu diselesaikan lewat jalur hukum.

Organisasi Islam yang jadi wadah resmi habib se-Indonesia, Rabithah Alawiyah, juga mengeluarkan pernyataan resmi. Rakyat Indonesia diminta tetap menjaga persatuan dan kesatuan apapun nanti hasil penetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).


"Apa pun hasilnya, kita tetap harus berpegang pada semangat ukhuwah. Pemilu penting, tetapi yang lebih penting adalah persatuan kita sebagai satu bangsa," kata Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen Bin Smith, dalam keterangan, Jumat (19/4). Habib Zen Bin Smith menegaskan Rabithah Alawiyah tidak terkait urusan politik praktis. Pandangan tersebut dikeluarkan sebagai bagian dari kecintaan terhadap negara. Rabithah menurutnya selalu peduli dengan kepentingan politik kebangsaan.

"Jangan lupa bahwa kemenangan yang didapat dengan kejujuran akan sangat berarti bagi kita semua," ujarnya.

Terkait pro dan kontra hasil quick count, Habib Zen meminta seluruh pihak menahan diri sampai hasil akhir dari KPU keluar. Dia mengajak umat tidak terlebih dulu menarik kesimpulan sebelum segala tahapan di KPU berakhir.

Habib Zen lantas mengajak umat untuk berdoa agar pemilu dapat memberikan manfaat terbaik untuk bangsa Indonesia. "Ingat bahwa kita telah mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk hajatan ini. Jangan lupa, setiap selesai salat kita mendoakan yang terbaik bagi keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Habib Zen.


Habib Zen lantas meminta kepada pihak yang kelak diputuskan KPU sebagai pemenang agar bisa merangkul yang kalah. Jangan justru yang menang mencerca yang kalah. Menurutnya yang kini terpenting bagi bangsa Indonesia adalah islah atau rekonsiliasi nasional. Dia juga meminta calon yang terpilih merangkul pihak yang selama ini berseberangan.

"Yang terpenting yang terpilih harus mampu memandang bahwa semua adalah bersaudara sebangsa setanah air. Apapun perbedaan tidak boleh menyebabkan ada yang terpinggirkan. Siapapun nanti yang ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang harus menunjukkan sikap kenegarawanan dengan merangkul semua pihak yang yang sekubu maupun berlawanan kubu dengannya," ucapnya.

Demikian juga untuk pihak yang kalah. Habib Zen meminta agar kekalahan disikapi dengan legawa. "Marilah kita saling bahu membahu demi kebaikan bangsa, negara, dan agama," ujarnya.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed