detikNews
Selasa 16 April 2019, 13:34 WIB

Bawaslu DKI Koordinasi ke Polres Jakut Terkait OTT di Depan Posko M Taufik

Rolando - detikNews
Bawaslu DKI Koordinasi ke Polres Jakut Terkait OTT di Depan Posko M Taufik Tujuh anggota Bawaslu DKI mendatangi Polres Jakut. (Rolando/detikcom)
Jakarta - Sebanyak tujuh orang anggota Bawaslu DKI Jakarta mendatangi Polres Jakarta Utara. Kedatangan mereka diduga untuk berkoordinasi terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang pria di depan Posko Pemenangan M Taufik.

Pantauan detikcom, ketujuh anggota Bawaslu tiba di Polres Jakut, Jl Yos Sudarso, Koja, Jakut, pukul 12.55 WIB, Selasa (16/4/2019). Di antara mereka, ada Ketua Bawaslu DKI M Jufri dan anggota Bawaslu DKI Puadi.

Ketujuh anggota Bawaslu langsung menuju ruang Satreskrim Polres Jakut di lantai 4. Di antara mereka, tak ada yang memberi keterangan kepada wartawan.


Sebelumnya diberitakan, petugas Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Jakut menangkap pria bernama Carles Lubis pada Senin (15/4) sekitar pukul 17.30 WIB di depan rumah Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik di Jl Warakas III, Jakut. Dari tangannya, diamankan sejumlah amplop yang diduga terkait politik uang.

Bawaslu Jakut menduga amplop-amplop tersebut berasal dari Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik. Saat ini Carles masih diperiksa.

"Iya dugaannya gitu. Karena di sana mau ada rencana kegiatan, barang buktinya sudah ada berupa amplop. Amplop warna putih, tapi isinya berapa kita belum tahu," kata Ketua Bawaslu Jakut Mochammad Dimyati di kantornya, Jl Deli, Koja, Jakut, Selasa (16/4).


Terkait hal ini, M Taufik mengatakan OTT bukan dilakukan Bawaslu, melainkan polisi. "Bukan Bawaslu, itu polisi (yang OTT), polisi," ujar M Taufik kepada wartawan, Selasa (16/4).

Taufik membantah telah terjadi politik uang. Dia mengatakan amplop-amplop tersebut akan diberikan kepada saksi-saksi sebagai honor menjaga TPS.


"Gini loh, itu kan kita lagi ngumpulin koordinator saksi, koordinator RW namanya, untuk bagiin mandat saksi. Itu kan ongkos politiknya, memang saksi kita kasih duit, koordinator memang kita kasih ongkos, terus apa yang salah?" ucap M Taufik.
(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com