DetikNews
Senin 15 April 2019, 18:27 WIB

KPU: Bila Surat Suara Habis, Pemilih DPK Bisa Pindah TPS di Satu Kelurahan

Matius Alfons - detikNews
KPU: Bila Surat Suara Habis, Pemilih DPK Bisa Pindah TPS di Satu Kelurahan Foto: Betty Epsilon Idroos (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos mengungkapkan ada beberapa solusi jika pemilih khusus (DPK) kehabisan kertas suara. Pemilih DPK bisa bergeser ke TPS satu RT hingga geser satu kelurahan.

"Ya pemilih DPK dilayani sepanjang surat suara tersedia. Di Jakarta satu RT itu ada beberapa TPS, jadi kalau misalnya RT 01, maka memilih di RT 01, tapi ketika tidak mencukupi karena antrean di RT 01 kayaknya tidak mencukupi karena antrean, dia bisa geser ke TPS satu RT, kalau udah habis juga satu RT, maka dia bisa geser juga ke satu RW, bahkan dia bisa geser satu kelurahan, masih ada solusi. Diprediksi oleh KPPS kami nanti bisa dilayani atau tidak biasanya satu jam terakhir," jelas Betty kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Betty mengatakan, pihak KPPS nantinya akan melayani pemilih DPK sepanjang kertas suara masih tersedia.

"Nanti dicek ketersediaan surat suara di atas meja KPPS, biasanya antrean panjang dan menurut aturan PKPU Nomor 9/2019 Pasal 40, pelayanan pemilih itu terlebih dahulu pada pemilih DPT dan DPTb, DPK itu nanti," kata Betty.

Betty menjelaskan pemilih DPK baru dapat kesempatan untuk mencoblos satu jam sebelum TPS ditutup. Ia mengungkap jika saat itu terlihat antrean masih banyak dan waktu tidak cukup maka pemilih DPK bisa bergeser.



"Sejam terakhir ternyata masih banyak antrean dan kemudian ditanya bisa jadi pemilih khusus di sini? Kalau tidak bisa (maka) geser (TPS) samping-sampingnya, koordinasi bisa ke PPS kami untuk mapping TPS mana yang surat suara yang masih tersedia untuk memilih," ungkapnya.

Selain itu Betty juga mengatakan pemilih yang sudah antre hingga pukul 13.00 WIB masih akan dilayani. Penghitungan suara dilakukan setelah pemilih yang antre tadi sudah selesai mencoblos.

"Penghitungan dilakukan setelah pemilih terakhir lakukan hak pilihnya yang datang sampai 13.00 WIB, artinya penghitungan bisa lebih dari jam 13.00 WIB sepanjang tidak ada lagi yang dilayani," tuturnya.

Berikut isi PKPU Nomor 9/2019 Pasal 40:

(1) Pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT, dan DPTb sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c,dapat menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan KTP-el atau Suket.
(2) Pemilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1), memberikan suara 1 (satu) jam sebelum waktu Pemungutan Suara di TPS berakhir.
(3) Pemilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1), memberikan suara di TPS sesuai dengan alamat desa/kelurahan, rukun tetangga/rukun warga atau sebutan lain sesuai dengan alamat yang tertera dalam KTP-el atau Suket 1 (satu) jam sebelum waktu Pemungutan Suara di TPS berakhir.
(4) KPPS memberikan Surat Suara kepada Pemilih sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dengan mempertimbangkan ketersediaan Surat Suara di TPS.
(5) Dalam hal Surat Suara di TPS sebagaimana dimaksud pada ayat (4) telah habis, Pemilih yang bersangkutan diarahkan untuk memberikan suara di TPS lain yang terdekat.
(6) TPS lain yang terdekat sebagaimana dimaksud pada ayat (5) masih dalam satu wilayah kerja PPS sesuai alamat tempat tinggal Pemilih yang tercantum dalam KTP-el atau Suket.
(7) Dalam hal Surat Suara di TPS pada satu wilayah kerja PPS sesuai yang tercantum dalam KTP-el atau Suket Pemilih sebagaimana dimaksud pada ayat (5) telah habis, Pemilih yang bersangkutan diarahkan untuk memberikan suara di TPS lain pada kelurahan/desa atau sebutan lain terdekat, yang masih dalam satu wilayah kerja PPK sesuai alamat tempat tinggal Pemilih yang tercantum dalam KTP-el atau Suket.




Tonton 5 Surat Suara di Pemilu 2019, Yuk Kenali Warna dan Cirinya:

[Gambas:Video 20detik]


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed