Kasus Penyelundupan Benih Lobster Rp 10 M, 5 Orang Jadi Tersangka

Ferdi Almunanda - detikNews
Minggu, 14 Apr 2019 15:39 WIB
Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Adg Sinaga (Ferdi/detikcom)
Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Adg Sinaga (Ferdi/detikcom)
Jambi - Polisi kini telah menahan lima orang pengangkut benih lobster senilai Rp 10 miliar yang rencananya akan diselundupkan ke Singapura. Kelima tersangka yang merupakan warga Batam itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Ada lima orang yang kini sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Kelima tersangka itu ialah M (34), R (32), S (37), H (57), dan MM (39). Untuk dua tersangka berperan yang mengangkut benih lobster itu menggunakan mobil, lalu tiga tersangka lagi berperan mengangkut benih lobster di jalur laut dengan menggunakan speedboat," kata Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Adg Sinaga, Minggu (14/4/2019).

Kasus penyelundupan benih lobster itu terungkap pada Rabu (10/4) sekitar pukul 00.30 WIB. Dalam upaya penggagalan penyelundupan tersebut, benih lobster sebanyak 69.305 ekor diamankan petugas.

Ada dua jenis benih lobster yang diamankan polisi, yaitu benih lobster jenis pasir dan mutiara yang disembunyikan di dalam 11 boks kuning. Bukan hanya itu, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa mobil serta speedboat yang digunakan pelaku untuk membawa benih lobster tersebut melalui jalur laut Tungkal, Jambi, menuju Singapura.



"Untuk benih lobster jenis pasir itu ada 68.200 ekor dan jenis mutiara sebanyak 1.105 ekor. Nilainya itu mencapai Rp 10.230.000.000," kata Sinaga.

Sementara itu, dari pengungkapan kasus benih lobster ini, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada kelima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut agar dapat mencari tahu siapa pemilik barang itu.



Benih lobster yang diamankan itu kini juga telah dilepasliarkan oleh pihak BKIPM Jambi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dengan dikawal oleh dua polisi.

Pelepasliaran benih lobster itu dilakukan di kawasan konservasi laut di perairan Karimun, Jawa Tengah, demi menjaga kelestarian benih lobster di laut Indonesia.



Tonton video Pedagang Hewan Langka Jaringan Internasional Dibekuk:

[Gambas:Video 20detik]

(rvk/asp)