DetikNews
2019/04/12 19:09:44 WIB

Round-Up

Novel Minta Tim Pencari Fakta, Jokowi Serahkan ke Tim Gabungan

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Novel Minta Tim Pencari Fakta, Jokowi Serahkan ke Tim Gabungan Penyidik KPK Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK Novel Baswedan mengalami teror air keras 2 tahun lalu dan hingga kini belum terungkap. Sebagai korban, Novel meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk TGPF mengungkap kasusnya, sementara Jokowi menyerahkan kepada tim gabungan bentukan Kapolri untuk menuntaskan kasus ini.

Teror air keras terhadap Novel itu terjadi pada 11 April 2017. Dia disiram air keras setelah salat Subuh di Masjid Al-Ihsan, tak jauh dari rumahnya di Jalan Deposito T Nomor 8, RT 03 RW 10, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Novel langsung dibawa ke RS Mitra Keluarga setelah peristiwa itu. Perawatan Novel kemudian dipindah ke RS Jakarta Eye Center, Menteng, pada hari yang sama hingga kemudian dipindah ke Singapura untuk menjalani operasi.



Polisi sebenarnya sempat menunjukkan sketsa wajah terduga pelaku teror air keras pada Novel. Namun, hingga 2019, belum juga terungkap siapa sebenarnya pelaku dan motif penyiraman air keras itu.

Permintaan dibentuknya tim gabungan pencari fakta (TGPF) bentukan Presiden berulang kali disampaikan Novel, koalisi masyarakat sipil, maupun Wadah Pegawai KPK.

"Saya tetap mendesak Presiden Jokowi mau membuka jalan pengungkapan dengan membentuk TGPF yang independen dan tidak tersandera dengan kepentingan politik," kata Novel saat peringatan 700 hari belum terungkapnya kasus teror, Selasa (12/3).

Sebenarnya sudah ada tim gabungan yang dibentuk untuk mengusut kasus teror terhadap Novel. Tim gabungan itu dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan berisi sejumlah pakar. Tim tersebut dipimpin Komjen Idham Azis.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed