DetikNews
Jumat 12 April 2019, 16:52 WIB

Aetra dan PAM Jaya Sepakati HoA Pengelolaan Air Jakarta

Arief Ikhsanudin - detikNews
Aetra dan PAM Jaya Sepakati HoA Pengelolaan Air Jakarta Foto: Ilustrasi (Grandyos Zafna)
Jakarta - PAM Jaya bersama dengan Aetra telah menyepakati Head of Agreement (HoA) pengalihan pengelolaan air. Hal ini merupakan langkah awal pengambilalihan pengelolaan air dari pihak swasta ke PAM Jaya selaku BUMD DKI Jakarta.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Direktur Utama PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo dan Presiden Direktur PT Aetra Air Jakarta, Edy Hari Sasono. Bambang menyebut ada beberapa kesepakatan antara PAM Jaya dengan Aetra.


"PAM Jaya dan Aetra bersepakat mengembalikan konsesi pengelolaan air di DKI Jakarta kepada PAM Jaya; sepakat untuk melakukan due diligence (uji tuntas) sebagai pertimbangan PAM Jaya dalam menyusun syarat dan ketentuan dalam pengembalian konsesi dan implikasinya," ucap Hernowo, dalam keterangannya, Jumat (12/4/2019).

Selain itu, antara PAM Jaya dengan Aetra akan menyusun proses transisi. Diharapkan pula target jangkauan penyediaan air di DKI Jakarta bisa tercapai.

"Sepakat menyusun transisi dalam pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum di DKI Jakarta setelah pengembalian konsesi dan menyusun peningkatan pelayanan untuk mencapai akses 82% di 2023, yang akan dituangkan dalam perjanjian pernyataan kembali," kata Hernowo.

Hernowo menargetkan akan ada kesepakatan baru berdasarkan uji tuntas dalam waktu enam bulan. Uji tuntas adalah istilah yang digunakan untuk penyelidikan penilaian kinerja perusahaan dari suatu kegiatan untuk memenuhi standar baku yang ditetapkan.

"Demi proses yang lebih transparan, Pemprov DKI akan meminta BPKP untuk melakukan telaah terhadap hasil due diligence yang akan dilakukan serta pendampingan dari Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk memastikan tata kelola yang baik dan patuh", tegas Hernowo.


Saat ini, PAM Jaya masih berdiskusi dengan PALYJA soal pengalihan pengelolaan air. Hernowo berharap terjadi kesepakatan dalam waktu dekat dengan PALYJA.

"Apabila tidak tercapai kesepakatan dengan PALYJA, kami akan tetap melakukan due diligence untuk dipakai sebagai landasan bagi Pemprov DKI dan PAM Jaya mengambil langkah kebijakan yang sesuai," ujar Hernowo.

Seperti diketahui, sejak tahun 1998, pengelolaan air minum di Jakarta dikelola oleh dua perusahaan swasta, yaitu Aetra untuk wilayah timur DKI Jakarta dan PALYJA untuk wilayah barat DKI Jakarta. Semenjak itu konsesi dipegang oleh swasta dan PAM Jaya berperan sebagai pengawas.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berniat untuk mengembalikan pengelolaan air kepada PAM Jaya. Pihak Swasta dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat Jakarta.
(aik/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed