DetikNews
Jumat 12 April 2019, 15:10 WIB

Ombudsman Terima Aduan Soal Rekrutmen Tenaga Kontrak PN Putussibau

Tim detikcom - detikNews
Ombudsman Terima Aduan Soal Rekrutmen Tenaga Kontrak PN Putussibau Gedung Ombudsman (ari/detikcom)
Pontianak - Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat (Kalbar) menerima laporan dari warga mengenai dugaan kejanggalan dalam perekrutan tenaga kontrak di Pengadilan Negeri (PN) Putussibau, Kapuas Hulu. Seleksi penerimaan itu dilaksanakan pada Desember 2018.

"Kami sudah mendatangi Pengadilan Negeri Putussibau, mengumpulkan keterangan atas laporan masyarakat yang berkaitan dengan seleksi penerimaan tenaga kontrak di Pengadilan Negeri (PN) Putussibau," kata Kepala Ombudsman RI Kalbar, Agus Priyadi saat ditemui Antara di Putussibau, Kapuas Hulu, Jumat (12/4/2019).

Agus menjelaskan warga yang mengikuti seleksi tenaga kontrak di pengadilan itu menyampaikan laporan setelah mengetahui lulusan dengan nilai tinggi justru tidak diluluskan pada penerimaan tenaga kontrak bidang pramu bakti.

"Yang menjadi pertanyaan ada nilai-nilai di bawah total skor itu diluluskan, jadi pelopor itu memiliki nilai tinggi tapi tidak lulus," kata Agus.

Ia menjelaskan pula bahwa PN Putussibau sudah membalas surat Ombudsman, menjelaskan bahwa seleksi penerimaan tenaga kontrak sesuai kebutuhan.

"Persoalan itu sudah ditangani oleh Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) dan kami juga belum bisa melakukan tindakan, karena wilayah kerja itu sudah di pusat," jelas Agus.

Berkas laporan dan hasil keterangan yang diterima Ombudsman RI Kalbar akan dilimpahkan ke Ombudsman RI, yang akan melakukan koordinasi atau pemeriksaan hasil tindak lanjut Badan Pengawas Mahkamah Agung.

"Keterangan pihak pengadilan tadi siap mempertanggungjawabkan apabila menyalahi mekanisme dalam perekrutan, jadi kita tunggu hasil pemeriksaan dari Bawas MA," ucap Agus.

Wakil Ketua PN Putussibau Douglas Napitupulu membenarkan adanya kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Kalbar itu.

"Tim Ombudsman sudah menjalankan tugasnya menindaklanjuti laporan yang mereka terima dan kami sudah memberikan keterangan," kata Douglas.

Menurut dia, seleksi penerimaan tenaga kontrak pada PN Putussibau sudah sesuai kebutuhan dan prosedur yang ada.

"Jika memang ada putusan yang lebih tinggi terkait persoalan tersebut kami akan mengikuti, yang jelas kami lakukan yang terbaik untuk Pengadilan Negeri Putussibau," kata Douglas, yang juga ketua panitia seleksi penerimaan tenaga kontrak PN Putussibau.

Seleksi penerimaan itu dilaksanakan pada Desember 2018. Jumlah tenaga kontrak yang diterima dalam perekrutan itu 12 orang dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi.


(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed