detikNews
Jumat 12 April 2019, 00:03 WIB

TKN Pamer Capaian PKH Jokowi: Angka Kemiskinan Turun 9,66%

Tim detikcom - detikNews
TKN Pamer Capaian PKH Jokowi: Angka Kemiskinan Turun 9,66% Jokowi dalam acara PKH. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyebut Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu jurus Jokowi menurunkan angka kemiskinan. TKN menyebut angka kemiskinan turun 9,66 persen, merujuk data BPS pada September 2018.

"Angka 9,66 persen ini secara akumulatif jumlah penduduk miskinnya itu dari 27 juta menjadi sekitar 25 juta. Artinya, jumlah penduduknya bertambah tapi secara akumulatif mengalami penurunan jumlah masyarakat miskin," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, M Misbakhun, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (11/4/2019).


Menurut dia, banyak program yang telah digulirkan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, seperti penyediaan lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran, termasuk conditional cash transfer, seperti PKH. PKH. Program tersebut, lanjut Misbakhun, dianggap berhasil dan diakui oleh banyak pihak, termasuk Bank Dunia.

TKN Pamer Capaian PKH Jokowi: Angka Kemiskinan Turun 9,66%Jubir TKN Jokowi, M Misbakhun. (Foto: dok. Facebook)

"Program conditional cash transfer Indonesia itu termasuk yang mendapat penghargaan dari Bank Dunia sebagai upaya mengatasi kemiskinan yang sangat signifikan," ujar politikus Golkar ini.


[Gambas:Video 20detik]


Dalam PKH, kata dia, terdapat skenario ganda untuk membantu keluarga miskin sekaligus memaksa anak-anak mereka tetap sekolah sehingga indikator indeks pembangunan manusianya juga meningkat.

"Kemudian pelayanan kesehatan, bagaimana mengatasi stunting sehingga dari sisi pelayanan kesehatan juga naik, sehingga mau tidak mau PKH ini juga salah satu pendorong," jelas Misbakhun.

Misbakhun menyebutkan sejumlah data program ekonomi Jokowi yang dianggap erat kaitannya dengan pemerataan dan belanja sosial untuk mengurangi kesenjangan ekonomi.

"Program ekonomi Pak Jokowi ini berpihak pada masyarakat sehingga kemiskinan bisa diatasi. Pertumbuhan pada kisaran 5 persen itu diikuti dengan pemerataan. Affirmative action, keberpihakan itu ditegaskan dalam bentuk belanja sosial yang sangat signifikan. Bagaimana mengangkat derajat masyarakat bawah itu tetap bisa melakukan aktivitas kehidupan mereka sehari-hari dengan kehadiran negara," tutur Misbakhun.


Tonton juga video Anies Baca LKPJ DKI 2018: Kemiskinan Turun, Ekonomi Meningkat:

[Gambas:Video 20detik]


(dkp/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed