DetikNews
Kamis 11 April 2019, 18:14 WIB

Heboh di Malaysia, NasDem Ingat Hoax '7 Kontainer Surat Suara Tercoblos'

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Heboh di Malaysia, NasDem Ingat Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Taufiqulhadi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Penemuan sejumlah surat suara yang sudah tercoblos di Malaysia bikin heboh. Partai NasDem pun mengingatkan soal hoax 7 kontainer surat suara tercoblos.

"Ini pernah terjadi, pernah mengatakan bahwasanya kasus bahwa ada pencoblosan sampai tujuh kontainer. Ini adalah skenario menurut saya kalau kalah ini adalah ingin mencari gara-gara," kata Ketua DPP NasDem Taufiqulhadi, Kamis (11/4/2019).



Surat suara yang telah tercoblos itu ditemukan di Selangor, Malaysia. WNI yang ada di sana mendapati langsung temuan ini dan melapor ke Panwaslu.

Untuk diketahui, coblosan di TPS yang ada di kota-kota di Malaysia baru akan dilakukan pada Minggu (14/4). Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azzahara, yang telah langsung mengecek ke lokasi, mengkonfirmasi bahwa memang ada surat suara tercoblos.

[Gambas:Video 20detik]



Menurut Yaza, surat suara itu telah tercoblos untuk pasangan calon 01. Tak hanya itu, surat suara juga sudah dicoblos di kertas legislatif, yakni untuk partai NasDem.

Terkait hal itu, Taufiqulhadi mengatakan peristiwa tersebut adalah fitnah kepada partainya. Dia menuding ada skenario untuk merusak citra partainya dengan mengarahkan surat suara itu tercoblos pada Partai NasDem, yang salah satu calegnya adalah putra Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana, Davin Kirana.



"Kami sudah pastikan kami tidak lakukan hal tersebut. Kami merasa ini adalah skenario. Dari mana kami tahu ada skenario? Karena sebelumnya sudah dibikin prakondisi, menyatakan akan ada kecurangan di Malaysia, dan kemudian di Malaysia itu adalah duta besarnya adalah Rusdi Kirana, dan anaknya adalah caleg NasDem, maka segera diarahkan pendapat publik, pendapat masyarakat seakan-akan itu dilakukan NasDem," jelasnya.

Dia meminta Bawaslu segera mengungkap pelaku kejadian ini. Dia pun meminta Bawaslu tak memberi komentar yang menyudutkan salah satu pihak.

"Karena itu, kami minta Bawaslu menangkap orang ini, dan kemudian memproses orang ini. Sebelum hal itu ditangani dan didapatkan fakta yang benar, jangan bikin pernyataan-pernyataan Bawaslu itu yang menyudutkan salah satu pihak," ujarnya.


Simak Juga "Ramai Video Surat Suara Tercoblos di Malaysia":

[Gambas:Video 20detik]


(haf/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed