DetikNews
Rabu 10 April 2019, 18:04 WIB

Penglihatan Terbatas, Novel Pernah Nekat Nyetir ke Tangerang

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Penglihatan Terbatas, Novel Pernah Nekat Nyetir ke Tangerang Penyidik senior KPK Novel Baswedan saat Blak blakan di detikcom. ((Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta -

Saat masih bugar, penyidik senior KPK Novel Baswedan sering ke kantor dengan menunggang sepeda motor. Tapi sejak mengalami teror air keras yang merusak kedua bola matanya, dia diantar jemput oleh petugas dari KPK.



Meski begitu, Novel mengaku masih sanggup mengemudikan mobil sendiri. "Saya pernah pergi agak jauh ke Tanggerang," kata Novel dalam Blak-blakan yang ditayangkan detikcom, Rabu (10/4).

Meski bisa mengemudi sendiri, karena kadang kala mata kiri sering kotor atau ada obat salep yang mengenai lensa mata, pandangannya akan terganggu. Karena itu, agak lebih aman dalam perjalanan dia menerima tawaran untuk diantar-jemput.

"Tapi di jalan itu, saya lihat jalan. Saya tahu kalau ada orang menyeberang jalan meski tak bisa jelas melihat wajahnya," kata Novel.



Untuk diketahui, lelaki kelahiran Semarang, 22 Juni 1977, itu mengalami teror pada 11 April 2017 seusai salat Subuh di masjid dekat rumahnya. Sampai sekarang dia masih harus bolak-balik ke Singapura untuk mengobati bola matanya.


(jat/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed