DetikNews
Rabu 10 April 2019, 17:19 WIB

Tim Gabungan Polri Diminta Paparkan Hasil Kerja Pengungkapan Kasus Novel

Ibnu Hariyanto - detikNews
Tim Gabungan Polri Diminta Paparkan Hasil Kerja Pengungkapan Kasus Novel Foto: Novel Baswedan (Grandyos Zafna/detik.com).
Jakarta - Tim gabungan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan bentukan Polri diminta memaparkan hasil kerjanya menjelang 100 hari masa pembentukan tim tersebut. Kasus penyiraman air keras itu sendiri sudah hampir 2 tahun belum terungkap.

"Laporan kinerja bukan sebaiknya, tapi sepatutnya. Itu bukan hal hanya pertiga bulan," kata peneliti ICW, Wana Alamsyah di kantornya, Jl Kalibata Timur IV, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Tim Gabungan Polri Diminta Paparkan Hasil Kerja Pengungkapan Kasus NovelFoto: Konferensi Pers ICW soal data kekerasan terhadap pegiat antikorupsi (Ibnu Hariyanto/detikcom).

Wana menilai hasil kinerja berupa proses dan temuan-temuan dalam pengungkapan kasus Novel Baswedan harusnya wajib diketahui oleh publik. Bila tidak ada progres yang signifikan terkait pengungkapan kasus tersebut, ia pun ragu dengan keseriusan tim gabungan tersebut.

[Gambas:Video 20detik]



"Kemudian ketika tidak adanya hal signifikan ditemukan oleh TGPF ini artinya dalam tanda kutip jangan-jangan dugaannya mereka tidak serius dalam mengungkap hal ini atau jangan-jangan ini dipandang kasus-kasus seperti sebelumnya," ujar Wana.


Sementara itu di lokasi yang sama, peneliti dari Kontras, Putri Kanesia mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus turun tangan untuk menyelesaikan kasus tersebut. Ia meminta Jokowi segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF).

"Tuntutan tetap sama saat kasus Novel ini mencuat adalah pembentukan TGPF. Kami meminta presiden segara membentuk tim TGPF. ini serupa dengan kasus Munir," ucap Putri.


Sebab, ia meragukan kinerja tim gabungan bentukan Polri ini. Ia berharap TGPF yang dibuat nanti diisi oleh orang-orang yang independen dan objektif.

"Kita minta TGPF mayoritas anggotanya tentunya adalah dari pihak independen yang memang bisa melihat kasus ini secara objektif," katanya.

Kapolri membentuk tim gabungan pada Selasa (8/1). Pada tanggal 19 April 2019 nanti, tepat 100 hari tim gabungan itu dibentuk. Pembentukan tim gabungan ini didasari rekomendasi dari Komnas HAM untuk Polri terkait kasus Novel Baswedan yang belum terungkap.


Dear Capres, Janji Tuntaskan Kasus Teror Novel Baswedan? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(ibh/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed