detikNews
Rabu 10 April 2019, 15:00 WIB

5 Fakta Nusron Wahid yang 'Digigit' Bowo Sidik

Niken Widya Yunita - detikNews
5 Fakta Nusron Wahid yang Digigit Bowo Sidik 5 Fakta Nusron Wahid yang 'Digigit' Bowo Sidik/Foto: Dok. BNP2TKI
FOKUS BERITA: 'Nyanyian' Bowo Sidik
Jakarta - Nusron Wahid seolah 'digigit' tersangka kasus dugaan suap Bowo Sidik Pangarso karena menyebutnya memerintahkan menyiapkan amplop untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019. Ada beberapa fakta tentang Nusron Wahid. Apa saja?

Nusron Wahid lahir di Kabupaten Kudus, pada 12 Oktober 1973. Saat ini dia berumur 45 tahun.

Berikut fakta-fakta Nusron Wahid.


1. Kepala BNP2TKI

Nusron merupakan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Dia dilantik pada 27 November 2014.

2. Anggota DPR

Dia merupakan anggota DPR periode 2009-2014 dari fraksi Golkar mewakili Jawa Tengah terutama Kudus. Nusron ditempatkan di Komisi VI DPR.

Di komisi ini ia bertugas sebagai pengawas kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN, dan Standardisasi Nasional.



3. Ketua Umum GP Ansor

Nusron Wahid terpilih sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor - Nahdlatul Ulama pada Januari 2011. Dia mengalahkan Marwan Jafar yang juga merupakan seorang politisi dari PKB.

4. Magister Ekonomi

Nusron bergelar Magister Ekonomi, pada Program Studi Ilmu Ekonomi, Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Dia juga mengambil Ilmu Sejarah di Universitas Indonesia.

5. 'Digigit' Bowo Sidik

Terbaru, Nusron Wahid 'digigit' Bowo Sidik Pangarso. Bowo menyebut Nusronlah orang yang memerintahkannya menyiapkan amplop untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019. 'Gigitan' pertama Bowo Sidik ke Nusron dilakukan setelah dia diperiksa KPK pada Jumat (5/4/2019).

"Diminta oleh Nusron Wahid untuk menyiapkan itu," kata Bowo setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, saat itu.

Pengacara Bowo, yang bernama Saut Edward Rajagukguk, menyebut amplop itu juga terkait pencalegan Nusron di Dapil Jawa Tengah II. Selain itu, amplop itu untuk kemenangan Bowo sendiri. KPK sebelumnya juga sudah memberikan keterangan soal amplop ini, termasuk dugaan isi amplop ini senilai Rp 5.000 hingga Rp 20 ribu.

"Supaya banyak yang memilih mereka berdua (Bowo Sidik dan Nusron Wahid) karena di dapil yang sama," kata Saut Edward Rajagukguk kepada wartawan di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Selasa (9/4/2019). Saut Edward menyatakan mendengar informasi bahwa Nusron Wahid menyiapkan 600 ribu amplop dan Bowo menyiapkan 400 ribu amplop.

Lalu bagaimana tanggapan Nusron? Nusron membantah keterangan Bowo. "Tidak benar," kata dia, Selasa (9/4/2019).


Saksikan juga video 'Nusron Wahid Bantah 'Nyanyian' Bowo Sidik':

[Gambas:Video 20detik]



(nwy/van)
FOKUS BERITA: 'Nyanyian' Bowo Sidik
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com