DetikNews
Senin 08 April 2019, 16:50 WIB

Kesaksian Douglas, Kakak Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Isal Mawardi - detikNews
Kesaksian Douglas, Kakak Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Foto: Isal Mawardi-detikcom
Bekasi - Terdakwa pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Harry Aris Sandigon alias Harris Simamora kembali menjalani sidang lanjutan. Jaksa Penuntut Umum menghadirkan Douglas Nainggolan sebagai saksi atas pembunuhan adik kandungnya, Daperum Nainggolan dan keluarga.

Dalam kesaksiannya, Douglas mengaku sama sekali tidak mengenal dan belum pernah bertemu dengan Harris sebelumnya. Douglas hanya mengetahui Harris mempunyai hubungan dengan adik iparnya Maya, yang juga istri Daperum.

"Saya tahunya (Harris) rekan dari istri (Daperum). Tapi nggak tahu namanya," ujar Douglas dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Bekasi, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (8/4/2019).

Saat Deperum dan keluarganya dibunuh, Douglas mengaku sedang berada di Karawang. Douglas mengetahui keluarga Daperum dibunuh dari keponakannya, Lasria, pada Selasa (13/11/2018) pagi.

"Saya tahu dari saudara saya Lasria. Lasria pernah tinggal di situ (kediaman Daperum)," ujar Douglas.



Setelah mendengar kabar itu, ia lalu bertolak ke kediaman Daperum di Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Kota Bekasi. Saat tiba di lokasi, Douglas tidak bisa masuk ke dalam rumah Daperum karena lokasi sudah disterilkan oleh polisi. Ia juga tidak sempat melihat jenazah adiknya dan keluarga.

Selanjutnya, Douglas dibawa oleh Kompol Saragih (Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota saat itu, red) ke Polres Metro Bekasi Kota untuk diinterogasi. Kemudian Hakim menanyakan apakah ada barang Daperum yang hilang.

"Mobil tidak ada, mobil X-Trail," jawab Daperum.

Douglas juga memberikan keterangan bahwa dirinya sempat diserahi uang Rp 20 juta milik korban dan sejumlah dokumen yang ada di lemari korban.

Douglas menjelaskan, dia terakhir bertemu korban pada Senin (12/11/2018). Saat itu, Douglas hendak ke Karawang dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelum pertemuan terakhirnya itu. Korban sendiri ditemukan tewas pada Selasa (13/11/2018).

"Senin pagi sempat ketemu (Daperum). Biasa-biasa aja sih," ujar Douglas.

Douglas mempunyai sebuah usaha warung sembako dan kontrakan. Douglas menunjuk adiknya, Daperum, untuk mengelola warungnya.

Daperum bersama keluarganya tinggal di warung tersebut sejak tahun 2012. Sementara Douglas tinggal di kontrakan miliknya yang berada persis di samping warung Daperum.

Sidang dilanjutkan pada Senin (22/4) pukul 14.30 WIB dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari JPU.

Harris Simamora didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap keluarga Daperum Nainggolan di Bekasi. Ada empat korbannya, yakni Daperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita, Sarah Nainggolan, dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan.

Pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan terjadi pada sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa (13/11/2018), di kediaman Daperum, Jl Bojong Nangka, Pondok Melati.

Pembunuhan ini berlatar belakang sakit hati atas pernyataan korban saat Harris Simamora hendak menginap. Harris didakwa dengan Pasal 340 KUHPidana, Pasal 363 ayat 1 ke-3 KUHPidana, dan Pasal 338 KUHPidana.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed