DetikNews
Senin 08 April 2019, 12:14 WIB

Cerita di Balik Viral Penemuan Sampah Plastik Utuh 'Berusia' 19 Tahun

Indah Mutiara Kami - detikNews
Cerita di Balik Viral Penemuan Sampah Plastik Utuh Berusia 19 Tahun Ilustrasi plastik di laut (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Foto sampah kemasan plastik 'berusia' 19 tahun yang ditemukan di pantai viral di media sosial. Begini cerita di balik penemuan sampah plastik tersebut.

Foto yang viral itu diunggah oleh pemilik akun Twitter @selfeeani pada Minggu (7/4/2019). Tampak ada bungkus mie instan masih utuh dengan tulisan yang pudar namun masih bisa terbaca. Ada tulisan 'Dirgahayu Indonesiaku 55 Tahun'. Merujuk pada tulisan tersebut, berarti kemasan plastik itu diproduksi pada tahun 2000 silam.

"Agustus nanti Indonesia akan berumur 74 tahun. Namun, pagi ini saya menemukan bungkus Indomie yang bertuliskan dirgahayu Indonesia ke-55. Saya merenung sejenak karena perbedaannya 19 tahun jadi bungkus ini terombang ambing di laut sampai hanyut ke bibir pantai selama 19 tahun😔" tulis @selfeeani.

Hanya dalam waktu 24 jam, cuitan sudah diretweet lebih dari 67.000 kali. Netizen ramai-ramai berkomentar, termasuk tentang sulit terurainya sampah plastik.





Penemu sampah plastik 'berusia' 19 tahun itu adalah Fianisa Tiara Pradani, mahasiswa Ilmu Kelautan dari Universitas Brawijaya. Sampah plastik itu dia temukan di Pantai Sendang Biru, Malang Selatan, Jawa Timur pada Minggu (7/4) kemarin.



Fia saat itu sedang mengambil sampel untuk penelitian skripsinya. Sambil menunggu air surut, Fia menyusuri bibir pantai untuk memungut sampah dan membuangnya ke tong sampah. Dia menemukan sampah kemasan plastik, botol plastik, lakban, alat pancing, dan macam-macam sampah lainnya. Hingga perhatiannya lalu tertuju ke sampah plastik kemasan yang masih utuh.

"Kebetulan saya lihat ini kok bungkusnya masih utuh. Saya bilang ke teman, kok ini tulisan di bungkusnya 'Dirgahayu ke-55'. Wah bedanya 19 tahun," kata Fia saat dihubungi, Senin (8/4/2019).

Fia meminta temannya memotret penemuan sampah itu, lalu dia membuangnya ke tong sampah. Setelah itu, Fia mengunggah foto tersebut ke Twitter.

"Saya share di Twitter. Pas saya tinggal, saya lanjut ambil sampah, ternyata sudah ramai," ucapnya.



Beberapa kali penelitian tentang mikro dan makro plastik di pantai, ini bukanlah kali pertama Fia menemukan sampah plastik terombang-ambing di laut hingga akhirnya terdampar di pantai. Baginya, penemuan ini jadi pengingat kepada diri sendiri bahwa setiap orang punya tanggung jawab yang sama soal sampah.

"Kita nggak bisa nyalahin produsen atau pemerintah. Plastik tanggung jawab kita bersama, jadi kalau bisa kita kurangi juga penggunaannya. Jangan juga buang sampah sembarangan. Buang sampah pada tempatnya saja bisa terakumulasi sampai ke laut," ujar Fia.
(imk/bar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed