detikNews
2019/04/07 06:50:47 WIB

Round-Up

Prabowo Bilang Suara Dicuri: TKN Anggap Halusinasi, BPN Motivasi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Prabowo Bilang Suara Dicuri: TKN Anggap Halusinasi, BPN Motivasi Prabowo Subianto/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pernyataan capres Prabowo Subianto bikin geger. Dia meminta pendukungnya untuk mendulang kemenangan lebih dari 25 persen lantaran meyakini bakal ada pencurian suara sampai belasan persen. Polemik pun mengemuka.

Pernyataan kontroversial itu dilontarkan Prabowo saat berpidato dalam acara Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni & Aktivis Kampus Indonesia. Dia berbicara dalam sebuah acara terbuka yang juga dihadiri para pendukungnya.

"Kita harus menang dengan angka yang sangat besar. Kita harus menang dengan selisih 25 persen. Karena siap akan dicuri sekian belas persen. Hanya itu usaha kita," ujar Prabowo di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Siapa yang mencuri siapa Prabowo? Tak jelas benar. Prabowo tidak menyebutkan lebih lanjut mengenai pernyataannya itu.

KPU angkat bicara menanggapi. Lembaga penyelenggara pemilu ini menegaskan suara tidak bisa dicuri.

"Ah kamu masih menanyakan suaranya dicuri. Siapa yang nyuri? Nggak, nggak bisa suaranya dicuri. Saya ingin ingatkan ya, dengan mekanisme yang dibangun oleh KPU Sekarang, kalau ada yang nyuri, akan ketahuan. Dan kemudian Bawaslu juga bisa memberi rekomendasi untuk koreksi kalau memang ada kesalahan," kata Ketua KPU Arief Budiman.



Hal senada pun disampaikan Bawaslu, lembaga pengawas Pemilu. Bawaslu mengatakan proses penghitungan dan rekapitulasi suara dilakukan dengan transparan.

"Dan penghitungan rekap itu kan berjenjang. Di TPS kemudian direkap di PPK (panitia pemilihan kecamatan). Artinya apa? Kalau ada kesalahan hitung di TPS, bisa dikoreksi di PPK. Demikian juga ketika rekap di PPK ada kesalahan, bisa dikoreksi di rekap kabupaten, sampai kepada RI (pusat)" kata Ketua Bawaslu Abhan di Hotel Sari Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4/2019).

Abhan menambahkan ada tiga pihak yang terlibat dalam proses penghitungan dan rekapitulasi itu suara. Yaitu KPU sebagai penyelenggara KPU, pengawas pemilu, dan saksi peserta pemilu.

"Itu transparan, bisa dilihat. Pemantau pun ada di luar. Kalau dia melihat kecurangan, ada kesalahan, bisa sampaikan kepada kami. Kami akan melakukan koreksi, untuk koreksi dilakukan oleh KPPS dan jajaran KPU-nya. Jadi menurut saya itu adalah proses yang sangat terbuka," ujarnya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com