DetikNews
Sabtu 06 April 2019, 13:41 WIB

4.989 Rumah di Bogor Buang Tinja dan Sampah ke Sungai Ciliwung

Tim detikcom - detikNews
4.989 Rumah di Bogor Buang Tinja dan Sampah ke Sungai Ciliwung Sungai Ciliwung (Rachman Haryanto/detikcom)
Bogor - Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Kota Bogor mengatakan 4.989 rumah di Kota Bogor, Jawa Barat, membuang tinja langsung ke Sungai Ciliwung. Data ini merupakan hasil penelitian KPC Kota Bogor terhadap ribuan rumah yang berdiri di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

Ketua KPC Kota Bogor Een Irawan menjelaskan ribuan rumah ini tersebar di 13 kelurahan yang lokasinya bertepatan dengan DAS Ciliwung. Meski mayoritas rumah itu memiliki jamban, tak satu pun yang memiliki septic tank, sehingga tinja dari jamban langsung dialirkan ke bibir sungai.

"Mereka rata-rata punya toilet di rumahnya. Tapi paralonnya langsung ke Ciliwung," kata Een saat diwawancarai seusai acara focus group discussion (FGD) terkait langkah penyelamatan Sungai Ciliwung di Bogor, seperti dilansir Antara, Sabtu (6/4/2019).


Jika dirinci berdasarkan kelurahan, katanya, jumlahnya terbagi atas 183 rumah di Sindang Rasa, 360 rumah di Katulampa, 257 rumah di Tajur, 514 rumah di Baranangsiang, dan 663 rumah di Sukasari.

Berikutnya, 663 rumah di Babakan Pasar, 828 rumah di Sempur, 803 rumah di Bantarjati, 113 rumah di Tanahsareal, 918 rumah di Cibuluh, 188 rumah di Kedung Badak, 157 rumah di Kedung Halang, dan lima rumah lainnya di Sukaresmi.

Selain tinja, ribuan rumah di Kota Bogor, Jawa Barat, ini membuang sampah rumah tangga ke Sungai Ciliwung. Tercatat, ada sekitar 5.652 rumah di Kota Bogor yang masih membuang sampah ke Ciliwung.

Menanggapi hal itu, Deputi Direktur Administrasi Seameo Biotrop Zulhamsyah Ilham mengatakan akan ada dampak yang terjadi dari tercemarnya Sungai Ciliwung oleh kotoran manusia. Salah satunya berkurangnya jumlah oksigen di air lantaran terjadi penyuburan berlebih.

"Akan meningkatkan jumlah biomassa dari fitoplankton. Ketika terjadi jumlah yang besar akan mengakibatkan defleksi oksigen atau pengurangan jumlah oksigen yang cukup besar," terangnya.

Akibat berkurangnya jumlah oksigen di Sungai Ciliwung, lanjutnya, ikan-ikan di dalamnya mati. Selain itu, menurutnya, dalam kandungan kotoran manusia terdapat bakteri E. coli.


Jika bakteri itu tercampur dengan air Sungai Ciliwung, akan berakibat diare bagi orang yang mengonsumsi meski airnya dimasak.

"Mereka harus tahu apa yang mereka buang berdampak pada diri mereka sendiri," kata Zulhamsyah.



Simak juga video Sampah Plastik Piala Dunia 2018 Jadi Lapangan Sepakbola:

[Gambas:Video 20detik]


(idh/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed