Majelis Pesantren Salafi Banten Prihatin Ma'ruf Dihadang Saat akan Ziarah

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 02 Apr 2019 22:04 WIB
Ma'ruf Amin dihadang di Pamekasan, Madura (Lisye Sri/detikcom)
Serang - Pimpinan majelis Pesantren Salafiyah, Banten, Matin Syarkowi prihatin atas penghadangan cawapres Ma'ruf Amin di Madura. Sikap sebagian kelompok itu disayangkan, apalagi di sana dikenal sebagai daerah yang menghormati ulama.

"Artinya, setahu saya, masyarakat Madura paling hormat sama kiai. Insiden itu, (saya) curiga kayaknya bukan masyarakat Madura," kata Matin Syarkowi kepada detikcom di Serang, Banten, Selasa (2/4/2019).


Masyarakat Madura, menurutnya, selama ini dikenal hormat kepada kiai. Ia yakin, yang menghadang cawapres asal Banten yang hendak berziarah itu dilakukan oleh kelompok penebar kebencian.

"Insiden ini kayaknya bukan masyarakat Madura. Lalu kami sebagai masyarakat Banten merasa dilecehkan," ujarnya.


Warga Banten, katanya, tidak pernah menghalang-halangi siapa pun yang berkampanye. Ada pemahaman berdemokrasi yang baik bagi warga sehingga, meskipun marah, tidak melakukan aksi penghalangan pada salah satu calon.

"Ma'ruf juga ada darah Maduranya. Karena itu, kami menyayangkan sikap oknum yang menghadang dalam lawatan ziarah kepada kakeknya," paparnya.


Penghadangan Ma'ruf terjadi pada Senin (1/4) kemarin saat hendak berziarah ke makan kakek buyutnya, KH Zuhro, di Desa Jambringan. Mobil yang ditumpanginya tertahan sebelum sampai ke lokasi haul. Di lokasi juga terdengar teriakan massa yang menyebut nama Prabowo. (bri/jbr)