DetikNews
Senin 01 April 2019, 17:12 WIB

Polri: JAD Incar Mobil ATM, Rencana Serang Aparat di Jatim-Jabar

Farih Maulana - detikNews
Polri: JAD Incar Mobil ATM, Rencana Serang Aparat di Jatim-Jabar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Audrey Santoso/detikcom)
FOKUS BERITA: Bom Meledak di Sibolga
Jakarta - Sejak penangkapan di Lampung, Densus 88 Antiteror sudah menangkap 11 orang terduga teroris yang merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Polri mendeteksi kelompok ini berencana menyerang polisi di Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Dari 11 tersangka yang sudah dilakukan upaya paksa dari penyidik dari Densus, indikasi-indikasi penyerangan atau fai dengan sasaran aparat kepolisian itu sudah sangat jelas," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).


Terduga teroris ke-11 yang ditangkap adalah WP alias Sahid itu ditangkap pada Kamis (28/3) lalu di rumah kontrakannya di Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Dedi mengatakan WP alias Sahid merupakan anggota JAD jaringan Bandung. WP alias Sahid berkoordinasi dengan jaringan Lampung dan Sibolga untuk menyerang aparat di Jawa Barat dan Jawa Timur lewat media sosial atau WhatsApp. Polisi masih memburu otak kelompok ini, yang berinisial A.


"Kelompok mereka kurang-lebih ada 6-8 orang. Ini masih dilakukan pengejaran oleh Densus 88. Kemudian rencana serangan juga adalah di beberapa wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur, khususnya di Jawa Timur mereka sudah mempersiapkan rencana-rencana tersebut," kata dia.

Namun, sebelum melakukan penyerangan, kelompok ini tengah mengumpulkan dana. Dedi mengatakan kelompok ini mengincar mobil pengisian ATM untuk diambil uangnya hingga kemudian dibelanjakan peralatan untuk menyerang aparat.


"Ini masuk ke dalam target ya, mobil ATM yang akan mengisi ATM-nya di Jawa Timur, ini sudah di-mapping sama mereka. (Bank apa yang ditarget) Tidak disebutkan secara rinci ya. Sasarannya itu, ketika mereka dapat uang dari situ mereka akan membeli peralatan. Dan kelompok ini kan memiliki keahlian dalam merakit bom," beber Dedi.

Dedi mengatakan Densus 88 Antiteror bersama Satgas Antiterorisme dan Radikalisme terus berupaya mengungkap tuntas jaringan ini karena ada upaya menyerang aparat. Lalu apa alasan para terduga teroris berencana menyerang aparat di Jawa Timur?


"Karena otaknya di Jatim," ujarnya.
(jbr/hri)
FOKUS BERITA: Bom Meledak di Sibolga
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed