detikNews
Sabtu 30 Maret 2019, 15:54 WIB

Ma'ruf Amin: Santri Bisa Jadi Ulama, Bupati hingga Cawapres

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Maruf Amin: Santri Bisa Jadi Ulama, Bupati hingga Cawapres Cawapres Ma'ruf Amin (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Cawapres Ma'ruf Amin menghadiri Kongres Santri dan Rapat Kerja Nasional Forum Santri Nasional (FSN). Dia mengatakan santri harus percaya diri dan bisa menjadi apa pun, mulai ulama hingga cawapres.

"Santri harus punya kepercayaan diri, keyakinan, dan optimisme. Tidak boleh rendah diri karena santri bisa jadi apa saja. Ulama, kiai, bupati, wakil gubernur. Santri bisa juga jadi calon Wakil Presiden RI. Saya ini santri, tapi bisa jadi calon wakil presiden," kata Ma'ruf di Hall A, JCC, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).



Dia juga mengingatkan, santri harus siap mengawal NKRI. Dia menyebut NKRI adalah harga mati bagi para santri.

"Santri harus siap mengawal NKRI. Bagi kita kaum santri, NKRI adalah harga mati. Di dalam Yalal Waton, Indonesia negeriku, engkau panji martabatku siapa datang mengancammu akan binasa di bawah durimu, akan berhadapan dengan santri-santri Indonesia," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf menjelaskan Indonesia merupakan negara kebangsaan. Menurutnya, para ulama sudah menyepakati dasar negara Indonesia adalah Pancasila.

"Karena memang NKRI bagi kita sudah final, NKRI adalah negara kebangsaan. Ulama telah menyepakati negara kita Pancasila. Pancasila adalah titik temu, UUD 1945 adalah kesepakatan nasional," kata Ma'ruf.

Dia kemudian mengucapkan selamat atas digelarnya Kongres Santri dan Rakernas Forum Santri Nasional. Santri adalah salah satu harapan bangsa yang memahami ilmu agama.


"Saya ucapkan selamat pada FSN yang telah mengadakan kongres yang pertamanya. Ini harus kita jadikan momentum untuk banyak hal. Supaya santri yang sejatinya adalah orang yang memiliki pengetahuan agama, yang dalam, sekaligus juga tokoh perbaikan," ucap cawapres yang mendampingi Joko Widodo (Jokowi) ini.

Sementara itu, Rais Aam Forum Santri Nasional Ahmad Syauqi mengatakan Forum Santri Nasional adalah sebuah upaya untuk memfasilitasi santri, sehingga santri bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara.

"FSN ini didirikan berangkat dari kesadaran besar jumlah alumni santri di Indonesia. Sejatinya santri bisa memberikan manfaat. Santri dididik untuk mewujudkan kemaslahatan umat," ujar Sauqi.

[Gambas:Video 20detik]


(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com