DetikNews
Jumat 29 Maret 2019, 23:19 WIB

Siswa Bully Guru di Jakut, Anies Siapkan Pergub Cegah Kekerasan di Sekolah

Arief Ikhsanudin - detikNews
Siswa Bully Guru di Jakut, Anies Siapkan Pergub Cegah Kekerasan di Sekolah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Video siswa SMP di Cilincing, Jakarta Utara, yang mem-bully guru di sekolah viral di media sosial. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan peraturan gubernur (pergub) untuk mencegah kekerasan di sekolah.

"Yang penting adalah melaksanakan. Pertama, ada peraturan menteri yang sekarang sedang susun pergubnya. Permendikbud Nomor 82/2015, waktu itu saya Mendikbud. Harus membuat gugus pencegahan kekerasan di sekolah dan gugus di tingkat kota," kata Anies di Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta utara, Jumat (29/3/2019).


Dengan demikian, kata Anies, ada pengendalian dan pencegahan. Anies menjelaskan kekerasan adalah tindakan yang tidak sesuai dengan nilai kesopanan. Namun belum ada mekanisme pengelolaannya.

"Dilaporkan ke polisi atau didiamkan. Jadi tidak ada struktur yang mengurusi itu. Coba soal perkelahian dilaporkan ke polisi jadi peristiwa kriminal atau selesaikan secara damai," katanya.

Karena itu, Anies sedang menyusun Pergub Pencegahan Kekerasan itu. Pergub itu selesai sekitar 5 bulan ke depan.

"Sekarang saya sedang menyusun proses sudah jalan, empat bulan lima bulan untuk susun peraturan gubernurnya, nantinya kita akan menyusun sebagai perda, sehingga nanti ada gugus pencegahan kekerasan di level kota dan sekolah," ujarnya.


Video siswa mem-bully guru itu jadi viral di media sosial. Dalam video yang berdurasi 30 detik itu, siswa SMP mengitari guru perempuan sambil bernyanyi dan berjoget di kelas.

Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara Momon Sulaeman membenarkan peristiwa itu. Momon mengatakan peristiwa tersebut terjadi di SMP Swasta Maha Prajna Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat (22/3) lalu. Momon mengatakan bullying terhadap guru itu terjadi menjelang pergantian mata pelajaran olahraga ke PLKJ.

Sudin Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Utara, kata Momon, sudah memberikan pemahaman kepada siswa, orang tua murid, hingga pihak sekolah soal pembinaan karakter. Momon juga mengatakan murid dan pihak sekolah sudah berkomitmen melakukan pembinaan di sekolah dan menjamin tidak ada lagi aksi bullying di lingkungan sekolah.

"Kami dari Sudin Pendidikan Wilayah 2 Jakut. Pihak yayasan, kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa telah diberikan pemahaman pentingnya pembinaan karakter dan kehati-hatian dalam bermedia sosial. Semua pihak telah menyadari kekeliruannya dan berjanji tidak akan mengulang lagi," kata Momon saat dimintai konfirmasi, Selasa (26/3).
(idh/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed