detikNews
Kamis 28 Maret 2019, 19:18 WIB

Soal WNI di Kamp Suriah, BPN Prabowo Bicara Risiko Pemulangan

Mochamad Zhacky - detikNews
Soal WNI di Kamp Suriah, BPN Prabowo Bicara Risiko Pemulangan Sudirman Said. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bicara soal puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang disebut berada di kamp pengungsi di Al-Hol, Suriah timur. BPN menyinggung tentang pertimbangan pemulangan puluhan WNI tersebut.

"(Pemulangan WNI di Suriah dilakukan) Dengan syarat-syarat dan proses yang baik ya, yang tidak melanggar hukum, juga yang risikonya bisa dikelola," kata Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said saat dimintai tanggapan, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (28/3/2019).



Sudirman menyadari terkait WNI yang berada di Suriah juga bersinggungan dengan masalah ideologi. Masalah ideologi itu, sambung dia, juga tidak mudah diatasi.

"Jadi masalah ideologi kan masalah keyakinan, memang tidak gampang, tapi menurut saya minor saja. Masalah yang paling besar bagaimana kita mengimplementasikan Pancasila sebagai cara hidup dan itu terletak pada keteladanan sang pemimpin," papar Sudirman.

Sebelumnya, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengaku akan mengecek informasi soal puluhan WNI yang ditemukan berada di antara ribuan petempur asing ISIS. Juru Bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir menyebut belum ada data pasti mengenai jumlah WNI yang terkait dengan militan ISIS yang berada di Suriah.

"Terkait WNI yang diduga terlibat atau ke sana dalam konteks mendukung ISIS tentunya itu sebagian dari mereka pada saat ke sana sudah tidak memiliki dokumen yang resmi, sebagian dari mereka. Oleh karena itu, tentunya kita harus melakukan berbagai tahap, memastikan apakah kita memberikan layanan sebagai WNI. Yang pertama adalah untuk bisa mengetahui, melakukan verifikasi," ujar Arrmanatha (Tata) di kantor Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat.



Dilaporkan BBC, sebagian warga Indonesia yang ditemukan berada di antara ribuan petempur asing ISIS menyatakan ingin kembali ke Indonesia.

Di antara mereka terdapat puluhan anak dan perempuan, yang saat ini berada di kamp pengungsi di Al-Hol, Suriah timur. Mereka sebelumnya berada di Baghuz, kantong terakhir kelompok ISIS, yang direbut oleh Pasukan Demokratis Suriah, SDF pimpinan suku Kurdi.

Salah seorang warga Indonesia, Maryam, menyebut berasal dari Bandung, Jawa Barat. Dia menyatakan ingin pulang ke Indonesia.



Simak juga video Prabowo Berapi-api Sebut AHY hingga Aher: Cocok Nggak Jadi Menteri?:

[Gambas:Video 20detik]


(zak/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com