DetikNews
Rabu 27 Maret 2019, 05:00 WIB

Round-Up

Isu 17 April dan Jalan Tengah Tarif MRT

Tim detikcom - detikNews
Isu 17 April dan Jalan Tengah Tarif MRT MRT Jakarta (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Penentuan tarif MRT Jakarta diwarnai bumbu-bumbu politik. Isu ini sempat dilontarkan Anies Baswedan hingga dibantah Prasetio Edi Marsudi. Hingga akhirnya ada jalan tengah untuk tarif MRT.

Kemarin, Senin (25/3/2019), rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) di gedung DPRD DKI Jakarta memutuskan tarif MRT Rp 8.500 rata-rata dari Lebak Bulus ke Bundaran HI. Tapi bagi Anies, tarif itu belum final.

"Karena itu harga yang ditentukan hari ini akan menentukan harga puluhan tahun ke depan. Sekali ditetapkan maka dia akan menjadi rujukan untuk waktu yang sangat panjang. Karena itu jangan menentukan harga mikir 17 April (hari Pemilu 2019), jangan. Jangan menentukan harga mikir kepuasan hari ini," ujar Anies kepada wartawan di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jalan Kembangan Raya, Selasa (26/3/2019).



Pernyataan Anies ditepis Fraksi PDIP DKI. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, memastikan pembahasan tidak ada hubungan dengan pemilu.

"Nggak ada urusan dengan itu (pemilu), urusannya itu transportasi massal, transportasi yang ditunggu warga Jakarta, maka perlu segera diberlakukan agar warga Jakarta bisa menikmati transportasi yang modern," ucap Gembong.

Anies saat menjajal integrasi MRT-TransJakarta / Anies saat menjajal integrasi MRT-TransJakarta / Foto: Agung Pambudhy


Hingga akhirnya, Anies ditemani Sekda DKI Jakarta Saefullahh dan beberapa pejabat lain siang tadi berkunjung ke Ruang Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi di lantai 10 Gedung DPRD. Pertemuan sebelum paripurna DPRD DKI itu dilakukan tertutup dari wartawan.

Lalu, pada sekitar pukul 14.30 WIB, Anies bersama Prasetio keluar bersama dari ruangan. Mereka tidak hentinya memamerkan senyum bersama. Di sela skors paripurna, Anies dan Prasetio lalu memberi keterangan bersama sambil menunjukkan tabel harga MRT dengan tanda paraf gubernur dan ketua DPRD DKI Jakarta. Anies menyebut tabel itu telah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif.

"Alhamdulillah, kita diskusikan bersama di ruang Pak Ketua DPRD DKI Jakarta dan seperti saya sampaikan, MRT ini moda transportasi yang baru di Indonesia. Penghitungan mendasarkan pada stasiun. Alhamdulillah, ini tabelnya," ucap Anies.





Dalam tabel yang ditunjukkan Anies, terlihat tarif paling murah sebesar Rp 4.000 dan paling mahal adalah RP 14.000. Tabel itu sama persis dengan tabel usulan dari pemprov DKI Jakarta saat Rapimgab.

Prasetio menyebut alasan akhirnya sepakat dengan pemprov. Dia menyebut tarif memang harus dibuat tabel harga tiap-tiap stasiun.

"Sebetulnya tujuannya sama itu per 10 km. Tapi kita bicaranya masalah tabel. Tabelnya berapa sih gitu loh. Kalau jauh dekatnya sama kayak naik Mayasari Bakti, orang naik jauh dekat sama saja. Tapi kalau ini nggak, per stasiun-setasiun," ucap Prasetio.

Isu 17 April dan Jalan Tengah Tarif MRT Foto: Anies dan Ketua DPRD DKI sepakati tarif MRT Jakarta (Arief/detikcom)


Prasetio kemudian juga menepis anggapan bahwa penentuan tarif MRT Jakarta sebelumnya sebesar Rp 8.500 ada kaitannya dengan pemilu. "Nggak ada, nggak ada lah. Nggak ada kayak gitu," ucapnya.



Dalam kesempatan terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan besaran Rp 8.500-Rp 10 ribu untuk tarif MRT Jakarta merupakan jalan tengah. Kisaran itu dinilai JK juga sesuai dengan kemampuan pemerintah membayar subsidi.

"Jadi Saya kira pilihan Rp 8.500-Rp 10 ribu itu saya kira itu suatu jalan tengah. Antara murahnya angkutan lain, kemudian juga kepada kemampuan kita DKI khususnya pemerintah membayar subsidi begitu besar," kata JK di Kantor Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019).


Saksikan juga video Saat Anies Bicara 'Harga MRT Mikir 17 April':

[Gambas:Video 20detik]


(imk/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed