DetikNews
Selasa 26 Maret 2019, 20:35 WIB

Round-Up

Jual-Beli Pantun Pedas Sandi Vs TKN Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Jual-Beli Pantun Pedas Sandi Vs TKN Jokowi Sandiaga Uno (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Cawapres Sandiaga Uno dan Tim Kampanye Nasional atau TKN Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin terlibat 'jual-beli' pantun 'pedas'. Seperti apa?

Dirangkum detikcom, dalam kampanyenya di GOR Cendrawasih, Jakarta Barat, Senin (25/3/2019), Sandi awalnya berbicara soal harga-harga bahan pokok yang dianggap melambung tinggi. Dia juga sempat menanyakan soal utang kepada para pendukung yang hadir di arena kampanye.


Sandi kemudian mengingatkan Pilpres 2019 sudah di depan mata. Dia mengajak massa pendukung menjadikan kontestasi pemilihan presiden 5 tahunan itu sebagai ajang perubahan.

Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu lantas berbicara soal TKA. Berpantun, Sandiaga menyinggung pemerintah yang terkesan cuek atas keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di saat sebagian besar rakyat menganggur.


"Anak kucing burung gereja, makannya anggur di atas meja," kata Sandi.

"Orang asing dikasih kerja, rakyat nganggur kok cuek aja," lanjut dia.

Pantun Sandi mendapat respons dari TKN Jokowi. Mereka melontarkan pantun yang tak kalah pedas. Seperti apa?



"Pak Sandi ini kok bicara selalu mendramatisasi keadaan. Klise dan itu-itu saja yang diangkat. Soal TKA kan sudah dibahas dalam debat ketiga bersama Abah Kiai Ma'ruf Amin. Ternyata, data TKA ini kan sudah disampaikan Abah Kiai Ma'ruf Amin dalam debat tersebut, bahwa di Indonesia ini paling rendah di dunia," kata juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, saat dimintai tanggapan, Selasa (26/3).

Ace menilai, saat debat tersebut, Sandiaga tidak bisa membantah data yang dibeberkan Ma'ruf. Bahwa, sambung Ace, dari data yang disampaikan Ma'ruf, jumlah TKA di Indonesia masih terkendali.


Ketua DPP Partai Golkar itu lantas mengeluarkan pantun. Dalam pantunnya, dia menyindir soal debat.

"Di Istana Bogor banyak rusa. Lari cepat mengejar kita," ucap Ace.

"Asal ngomong nggak pakai data. Kalah debat sama orang tua," lanjut dia.
(gbr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed