DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 16:20 WIB

Hakim Tolak Eksepsi Harris Simamora Terdakwa Pembunuh Sekeluarga di Bekasi

Isal Mawardi - detikNews
Hakim Tolak Eksepsi Harris Simamora Terdakwa Pembunuh Sekeluarga di Bekasi Foto: Sidang lanjutan kasus pembunuhan dengan terdakwa Harris Simamora di PN Bekasi. (Isal-detikcom)
Bekasi - Majelis hakim menolak eksepsi dari terdakwa pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Harry Aris Sandigon alias Harris Simamora. Hakim memutuskan pemeriksaan perkara atas kasus pembunuhan berencana dilanjutkan ke pokok perkara.

"Pertama menolak eksepsi dari penasihat hukum terdakwa. Kedua, menyatakan pemeriksaan perkara atas nama terdakwa Harris dilanjutkan," ujar majelis hakim, Djuyamto, di PN Bekasi, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Senin (25/3/2019).


Majelis hakim mempertimbangkan pokok-pokok eksepsi atas surat dakwaan jaksa. Hakim menegaskan uraian surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum telah memenuhi unsur jelas, cermat, dan lengkap.

"Apa yang menjadi eksepsi penasehat hukum bahwa uraian dakwaan tidak jelas dan kurang cermat itu menurut majelis hakim tidak seperti itu. Uraiannya sudah jelas, sudah terang, sudah lengkap," ujar Djuyamto.

Selanjutnya, hakim menilai kekeliruan penomoran surat visum atas nama Maya dan Sarah oleh JPU hanya persoalan administrasi. "Penasihat hakum juga menyoal tentang kekeliruan dalam nomor visum, kalau kekeliruan itu kan hanya soal administrasi, tidak berakibat pada ketidakcermatan uraian dakwaan," ujar Djuyamto.

Sidang dilanjutkan pada Senin (1/4) dengan agenda pemeriksaan saksi dari JPU. Karena eksepsi penasihat hukum ditolak, sesuai dengan Pasal 156 ayat 2 KUHAP, pemeriksaan materi pokok perkara dinyatakan dilanjutkan.


Harris Simamora didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap keluarga Daperum Nainggolan di Bekasi. Ada empat korbannya, yakni Daperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita, Sarah Nainggolan, dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan.

Pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan terjadi pada sekitar pukul 23.45 WIB, Senin (12/11/2018), hingga sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa (13/11/2018), di kediaman Daperum, Jl Bojong Nangka, Pondok Melati.

Pembunuhan ini berlatar belakang sakit hati atas pernyataan korban saat Harris Simamora hendak menginap. Harris didakwa dengan Pasal 340 KUHPidana, Pasal 363 ayat 1 ke-3 KUHPidana, dan Pasal 338 KUHPidana.


Saksikan juga video 'Jejak Pelarian Akhir Haris Simamora di Gunung Guntur':

[Gambas:Video 20detik]


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed