DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 12:31 WIB

PLTSa Bantargebang Resmi Beroperasi Mulai Hari Ini

Isal Mawardi - detikNews
PLTSa Bantargebang Resmi Beroperasi Mulai Hari Ini Peresmian PLTSa Bantargebang (Foto: Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bantargebang resmi beroperasi. PLTSa Bantargebang ini diharapkan dapat memecah permasalahan pengelolaan sampah.

"Atas nama Pemprov DKI, saya ucapkan terima kasih yang telah melaksanakan secara sungguh-sungguh dalam program pilot project PLTSa di TPST Bantargebang. Ini siap dioperasikan," ujar Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Yusmada Faisal di PLTSa Bantargebang, Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (25/3/2019).

PLTSa Bantargebang ini merupakan proyek kerja sama antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pemprov DKI. PLTSa ini menggunakan teknologi proses termal dengan kapasitas pengelolaan sampah mencapai 100 ton per hari.

Output listrik yang dihasilkan mencapai 750 kWh. Listrik yang digunakan untuk keperluan internal PLTSa.

Pembangunan PLTSa Bantargebang dimulai pada 2018. Sumber dana pembangunan dari APBN BPPT dab APBD DKI Jakarta.

Menristekdikti RI Mohamad Nasir mengatakan, dalam sehari, DKI Jakarta memproduksi 8.000 ton sampah, sedangkan Kota Bekasi mencapai 1.800 ton. Adanya PLTSa ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah, baik di DKI maupun di Kota Bekasi.


"Ternyata setiap hari produksi sampah 8.000 ton (DKI Jakarta) dan Bekasi (produksi) 1.800 ton. Jadi (total) 10 ribu ton sampah. Karena hanya mampu produksi 100 ton/hari, tapi bagaimana 2.000 ton per hari. Jangan sampai berpikir (soal) komoditas kita dalam menyelesaikan sampah, tapi bagaimana Jakarta, Bekasi, dan kota bersih. Jangan bicara cost per kWh," ujar Nasir.

Keberadaan PLTSa Bantargebang ini mendapat sambutan positif dari Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan. Ia berharap BPPT dapat membangun PLTSa dengan kapasitas pengelolaan sampah yang lebih besar, yakni 1.500 ton sampah per hari.

"Kita 'kan bisa dalam negeri, ngapain mesti impor? Saya tanya ke kepala BPPT, bisa nggak bikin 1.500 ton per hari, bisa nggak Pak? Kalau bisa buatan dalam negeri ya nggak apa-apa didukung. Yang model 150 (ton sampah per hari) itu bisa di kampung-kampung di Labuan Bajo, atau di kampung saya. Buat di situ, masukin katalog, nggak usah tender-tender lagi. Mesinnya itu dari China ya nggak apa-apa. Sepanjang kepentingan nasional kita buat aja. Make it simple," ujar Luhut.

"Mari temen-temen sekalian ayo kita kerjai. Semua aturan sudah ada tinggal mengintegrasi aturan ini supaya jalan. Bayangkan kita udah pakai MRT, tapi ada sampah. Bangsa yang tidak sehat karena jorok, itu juga bermasalah. Kita lihat sisi positinya," ujar Luhut.

Pantauan detikcom, setelah meresmikan PLTSa Bantargebang, Luhut dan Nasir mengecek ruang kerja PLTSa, dari control room, ruang edukasi, hingga ruang rapat. Turut hadir dalam peresmian, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi.


(mei/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed