DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 10:45 WIB

Kepala BNN: 41,3 Ton Ganja hingga 8,3 Ton Sabu Disita Selama 2018

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kepala BNN: 41,3 Ton Ganja hingga 8,3 Ton Sabu Disita Selama 2018 Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Heru Winarko (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko mengatakan peredaran narkotika di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Ia meminta dalam menanggulangi masalah narkoba harus ditangani secara komprehensif dan didukung inovasi-inovasi dalam melaksanakan program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

"Untuk menanggulangi permasalahan narkoba tersebut perlu ditangani secara komprehensif dan integral dengan langkah-langkah yang menyeluruh baik dari segi pengurangan permintaan (demand reduction) maupun pengurangan pasokan (supply reduction). Upaya tersebut tentu harus didukung dengan inovasi-inovasi dalam pelayanan publik P4GN," kata Komjen Heru Winarko, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (26/3/2019).


Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) BNN. Rapat tersebut diikuti seluruh jajaran BNN mulai provinsi hingga kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Ia mengatakan Rapimnas ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam pemantapan pelaksanaan P4GN tersebut. Sebab, menurutnya, tidak ada satupun tempat yang bebas dari peredaran narkoba di Indonesia ini.

"Jeratan kejahatan narkotika yang merupakan musuh nyata dan mengancam seluruh nyata dan mengancam seluruh sendi kehidupan masyarakat mulai dari lingkungan pendidikan sampai dengan lingkungan desa mengingat tidak ada satupun wilayah Indonesia yang terbebas dari ancaman narkoba termasuk Lapas," ucap Heru.


Heru kemudian memaparkan hasil pengungkapan narkotika BNN bersama Polri di tahun 2018. Ia mengatakan pada tahun 2018 sebanyak 40.553 kasus telah diungkap dan menyita puluhan ton narkotika mulai dari ganja hingga sabu.

"Berdasarkan data tahun 2018 diketahui bahwa pengungkapan kasus tindak pidana narkoba oleh BNN dan Polri sebanyak 40.553 kasus yang melibatkan 53.251 tersangka. Barang bukti yang disita pada tahun 2018, antara lain ganja sebanyak 41,3 ton, sabu sebanyak 8,2 ton, dan ekstasi sebanyak 1,5 juta butir," paparnya.


Selain itu, ia mengatakan jumlah penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada tahun 2018 juga cukup mengkhawatirkan khususnya di kalangan pelajar dan pekerja. Ia menyebut setidaknya ada 2.297.492 pelajar atau mahasiswa pernah menyalahgunakan narkoba di tahun 2018, sedangkan pekerja sebanyak 1.514.037 orang.

"Diketahui bahwa prevalensi penyalahgunaan narkoba pada kelompok pelajar dan mahasiswa sebesar 3,21 persen atau setara dengan 2.297.492 pelajar atau mahasiswa pernah menyalahgunakan narkoba pada tahun 2018. Sedangkan, kelompok pekerja sebesar 2,1 persen atau setara dengan 1.514.037 pekerja pernah menyalahgunakan narkoba pada tahun 2018," sebutnya.
(ibh/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed