DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 20:34 WIB

35,1% Pemilihnya Dukung Jokowi, PAN: Mayoritas Tetap di Jalan yang Benar

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
35,1% Pemilihnya Dukung Jokowi, PAN: Mayoritas Tetap di Jalan yang Benar Faldo Maldini (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Hasil survei Litbang Kompas merilis 35,1 persen pemilih PAN mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. PAN, yang merupakan partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dengan tegas mengaku total mendukung pasangan nomor urut 02 itu.

"Ya, alhamdulillah, kita selalu Prabowo-Sandi, total. Angkanya kan masih tergolong kecil yang menyatakan dukungan ke petahana. Mayoritas tetap di jalan yang benar. Saya berterima kasih buat yang selalu konsisten berjuang bersama untuk Indonesia Adil dan Makmur," kata Wasekjen PAN Faldo Maldini kepada wartawan, Rabu (20/3/2019).

Faldo mengatakan perlu interpretasi lain untuk membaca hasil survei Litbang Kompas tersebut, yakni PAN adalah partai yang disukai oleh banyak pemilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Kami bicara kritik yang diaminkan oleh pendukung petahana. Misalnya, dana riset, ternyata memang kecil. Ekonomi yang tidak tumbuh, langsung Presiden bikin paket kebijakan ekonomi. Infrastruktur rasional yang kami bilang dari awal. Kan pendukung petahana tidak semuanya yang cinta buta, mereka lihat PAN adalah partai yang paling mungkin jalankan fungsi kontrol dengan baik," tuturnya.


Menurut Faldo, PAN merupakan partai yang sangat dipercaya oleh pendukung kedua kubu. Dia yakin pendukung capres mana pun akan membutuhkan kontrol untuk menjalankan janji kampanyenya setelah terpilih.

"Relawan saya di dapil juga banyak yang propetahana. Mereka bilang, 'kami pilih Kang Faldo saja, kalau Pak Jokowi bisa selesaikan janji-janjinya dengan baik'. Di socmed juga banyak yang bilang kayak gitu, PAN dianggap paling mampu kritis mengawasi. Itu esensi demokrasi, bukan asal bapak senang," ujar Faldo.

PAN, kata Faldo, selama ini juga menjadi kontrol dalam Koalisi Adil Makmur. Oleh sebab itu, relawan-relawan Prabowo-Sandi yang tidak berafiliasi dengan partai politik pun memberikan dukungan kepada PAN.

"Kalau Pak Prabowo menang, tentu kita tidak dapat berharap terlalu banyak pada kawan-kawan Gerindra untuk lebih banyak kritik pemerintahan. Itu tidak salah karena mereka pengusung utama. Bagi tugas, maka biar PAN yang mengambil peran kontrol dari dalam, internal control. Bila ingin Prabowo-Sandi menjalankan janji-janjinya dengan tuntas, ayo bergabung bersama kami, kontrak kami adalah wujudkan adil dan makmur bersama Prabowo-Sandi," katanya.


Survei Pilpres 2019 yang diadakan Litbang Kompas memotret loyalitas pemilih partai politik kepada calon presiden yang didukung parpol itu. Hasilnya, tidak semuanya loyal. Seperti diketahui, Joko Widodo pada Pilpres 2019 didukung oleh PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura, PKPI, PBB, Perindo, dan PSI. Sedangkan pendukung Prabowo Subianto adalah Gerindra, PKS, Demokrat, PAN, dan Berkarya.

Mayoritas pemilih partai politik akan mendukung capres yang diusung parpolnya. Seperti terlihat pada 95 persen pemilih PDIP yang mendukung Jokowi dan hanya 3 persen yang mendukung Prabowo. Hal yang sama terjadi pada pemilih Gerindra. Sebanyak 92,4 persen pemilih Gerindra mendukung Prabowo dan hanya 6,2 persen yang memilih Jokowi.

Tetapi, masih ada pula pemilih parpol yang mendukung capres lawan, seperti 41,7 persen pemilih Golkar yang ternyata memilih Prabowo hingga 35,1 persen pemilih PAN memberi dukungan ke Prabowo dan 31,5 persen pemilih Partai Demokrat yang ternyata mendukung Jokowi.
(mae/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed