DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 15:34 WIB

Kabulkan PK, MA Hapus Hukuman Uang Pengganti Eks Direktur Pertamina

Andi Saputra - detikNews
Kabulkan PK, MA Hapus Hukuman Uang Pengganti Eks Direktur Pertamina Suroso saat di sidang di PN Jakpus (rachman/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) mengabulkan peninjauan kembali (PK) mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina Suroso Atmomartoyo. Suroso terbukti mendapatkan fasilitas mewah dan gratifikasi dari rekanan selama di London, Inggris.

Kasus bermula saat Suroso pergi ke London untuk memuluskan proyek pembelian Tertra Ethyl Lead (TEL) dari The Associated Octel Cimoany Limited (Octel) melalui PT Soegih Interjaya untuk kebutuhan sejumlah kilang milik Pertamina periode akhir 2004 hingga 2005.

Suroso lalu menginap di Radisson Blu Edwardian Hotel, London, sebesar GBP 899 pada 27 April 2005. Belakangan terungkap Suroso juga menerima uang dari rekanan USD 190 ribu. Fasilitas menginap di hotel mewah itu juga difasilitasi rekanan.


Atas hal itu, jaksa lalu mengusut kasus tersebut dan mendudukkan Suroso di kursi pesakitan.

Pada 19 Oktober 2015, Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara. Suroso terbukti menerima hadiah yang patut diduga karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu terkait kewajibannya.

Atas vonis, jaksa lalu mengajukan banding dan dikabulkan. Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat pidana kepada terdakwa menjadi 6 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Duduk sebagai ketua majelis Heru Mulyono Ilwan dengan anggota Saparudin Hasibuan dan Asli Ginting.

Jaksa yang menuntut Suroso selama 7 tahun penjara tidak terima dan mengajukan kasasi dan dikabulkan.


Pada 16 Januari 2016, majelis yang diketuai oleh ketua majelis Artidjo Alkostar dengan anggota Prof Dr Abdul Latief dan MS Lumme menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara ke Suroso. Selain itu, Suroso juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar USD 190 ribu.

Atas hal itu, Suroso tidak terima dan mengajukan PK. Apa kata MA?

"Kabul PK dengan meniadakan pembebanan uang pengganti. Artinya Pemohon PK tidak dihukum untuk membayar uang pengganti, sedangkan pidana penjara dan denda yang dijatuhkan kepada Pemohon PK tetap. Putusan diucapkan oleh Majelis hakim PK pada tanggal 12 Pebruari 2019," kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro kepada detikcom, Rabu (20/3/2019).


Saksikan juga video 'Eks Direktur Keuangan Pertamina Divonis 8 Tahun Bui':

[Gambas:Video 20detik]


(asp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed