DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 11:09 WIB

Tarif MRT Rp 1.000/Km Dinilai Bebani Warga, Anies: Itu Baru Ancer-ancer

Ibnu Hariyanto - detikNews
Tarif MRT Rp 1.000/Km Dinilai Bebani Warga, Anies: Itu Baru Ancer-ancer Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau kesiapan kereta MRT rute Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Lebak Bulus beberapa waktu lalu. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Usul tarif MRT Jakarta Rp 1.000/km dianggap terlalu membebani warga. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan usulan tarif itu sudah mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti kemampuan membayar (ability to pay) dan kesediaan (willingness to pay).

"Maka itu, nanti lihat informasi lengkapnya. Jadi bukan hanya harganya tapi juga itu sedang memperhitungkan namanya ATP dan WTP, ability to pay dan willingness to pay, itu semua sudah dimasukkan. Dan termasuk bila harus menggunakan kendaraan pribadi, berapa biaya yang harus dikeluarkan. Jadi itu sudah dimasukkan semua faktor itu," kata Anies Baswedan di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jl Prapanca Raya, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).


Ability to pay adalah kemampuan seseorang membayar jasa pelayanan yang diterimanya berdasarkan penghasilan yang dianggap ideal. Sedangkan willingness to pay (WTP) adalah kesediaan pengguna mengeluarkan imbalan atas jasa yang diperolehnya.

Menurut Anies, tarif yang diusulkan itu baru rancangan. Nantinya, bila sudah disahkan, akan ada tabel lengkap dari titik satu ke titik berikutnya.

"Ini kan saya bicara ancer-ancer dulu. Nanti kalau sudah selesai pembahasan akan ada tabelnya dari tiap titik itu berapa harganya sampai titik berikutnya," ujar Anies.


Ia berharap keputusan soal tarif MRT bisa ditetapkan sebelum peresmian oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). MRT akan diresmikan oleh Jokowi pada 24 Maret 2019.

"Kemarin saya juga sudah bicara dengan Pak Ketua DPRD DKI, insyaallah sebelum tanggal 24 akan bisa ditetapkan dan memang tarif MRT ini berbeda dengan tarif moda transportasi lain. Tarifnya itu menyesuaikan jarak tempuhnya, jadi tiap titik keberangkatan dan kedatangan itu nanti akan menentukan berapa besarannya," ucapnya.

Ombudsman RI sebelumnya menganggap tarif MRT Jakarta Rp 1.000/km masih tergolong berat dan tidak kompetitif dengan moda transportasi umum lainnya.


Jika tarif 1.000/km itu disetujui, ada kemungkinan tarif paling mahal MRT dari stasiun awal ke stasiun akhir Rp 15.000. Sebagaimana diketahui, MRT fase 1 memiliki jarak sekitar 15 km.

"Bagi saya, angka Rp 15 ribu berat dan tidak memiliki kompetitif dengan yang lain, seperti TransJakarta atau Commuter Line," ucap anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (19/3).
(ibh/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed