detikNews
Rabu 20 Maret 2019, 11:08 WIB

Alumni Ponpes Demo Desak Polisi Tuntaskan Kasus Santri Dikeroyok di Sumbar

Jeka Kampai - detikNews
Alumni Ponpes Demo Desak Polisi Tuntaskan Kasus Santri Dikeroyok di Sumbar Alumni Demo Desak Polisi Tuntaskan Kasus Santri Dikeroyok di Sumbar (Jeka Kampai/detikcom)
Padang - Alumni Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas Padang Panjang, Sumatera Barat, berdemo menuntut penuntasan kasus pengeroyokan santri bernama Robi Alhalim. Penanganan kasus dianggap lamban karena belum sampai ke pengadilan.

"Ironisnya, para pelaku masih bebas berkeliaran. Tak satu pun yang ditahan, sementara adik kami sudah dibunuh," kata Haprizal Roji, koordinator aksi, di depan Mapolda Sumbar, Padang, Rabu (20/3/2019).

Menurut Roji, kasus penganiayaan yang berujung tewasnya Robi sudah ditangani lebih dari sebulan. Namun perkara itu belum disidangkan.


Massa yang datang sambil membawa beberapa spanduk itu menuntut agar kasus tersebut menjadi prioritas.

"Kami meminta tersangka segera ditahan. Sudah membunuh bersama-sama tapi dibiarkan bebas," katanya.

Santri Robi Alhalim diduga dikeroyok 17 rekannya di dalam asrama Ponpes Nurul Ikhlas Padang Panjang. Korban meninggal dunia Senin (18/2) saat menjalani penanganan medis.


Polisi kemudian menetapkan 17 orang sebagai tersangka. Para pelaku dijerat dengan pasal berlapis.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi mengakui pihaknya tidak menahan para tersangka. Hal itu, ditegaskan Kalbert, sudah sesuai dengan ketentuan.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com