DetikNews
Selasa 19 Maret 2019, 15:59 WIB

Ngadu ke Mabes Polri, Petani Minta Tak Dipolitisi Jelang Pilpres

Robi Setiawan - detikNews
Ngadu ke Mabes Polri, Petani Minta Tak Dipolitisi Jelang Pilpres Foto: Robi Setiawan/Detikcom
Jakarta - Beberapa organisasi dan serikat petani Selasa (19/3/2019) siang berkumpul di Markas Besar Polri, Jakarta. Kedatangan mereka untuk menyampaikan pendapat tak ingin petani dan peternak dipolitisasi, khususnya menjelang Pilpres April mendatang.

Ketua Masyarakat Pemerhati Pangan DPD Jawa Barat (MAPPAN), Carkaya mengatakan hal ini perlu disampaikan karena ia menduga ada oknum sekelompok ormas atau LSM yang menyebarkan berita bohong, termasuk jelang rencana Rembug Petani-Peternak 21 Maret mendatang.

"Tujuan hari ini kaitan dengan ada beberapa kelompok ormas atau LSM yang mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi sekarang memanipulasi data pangan. Padahal menurut konstitusi kita kan sudah jelas, yang namanya data itu di Badan Statistik Nasional itu amanat undang-undang," kata Carkaya saat ditemui di Mabes Polri.

Menurutnya organisasi tersebut telah mengingkari dan bahkan mengatakan data BPS itu adalah bohong. Inilah hal pertama yang menjadi alasan ia dan kawan-kawan petani lainnya menggelar aksi.

"Yang kedua kaitannya dengan mereka seolah-olah menganggap pemerintahan sekarang tidak kerja. Padahal setahu kami yang asli petani memang di bawah itu ya memang ada perbedaan era zaman SBY dulu dengan sekarang," ujarnya.


Carkaya turut menjelaskan terkait legal tanah saat ini menurutnya kawan-kawan petani yang menggelar aksi hari ini, yaitu petani yang menggarap di hutan, mengaku bisa menggarap dengan tenang karena sudah ada SK Perhutanan Sosial.

"Artinya apa? Jangan sampai isu pangan ini dipolitisasi untuk kepentingan pilpres. Padahal faktanya ya kita kalau ngomongin data keberhasilan dari BPS dong. Itu kan lembaga negara yang diakui undang-undang," katanya.

Ia pun mendorong Polri untuk memproses oknum-oknum yang membuat kisruh terkait data pangan ini. Ia tidak ingin terus-terusan diadu domba. Selain itu menurutnya adanya kisruh ini juga tidak enak dipandang.

Sementara itu setelah beberapa pembicara menyampaikan orasinya, pihak kepolisian pun menerima perwakilan massa untuk masuk. Kasubag Yanduan Bag Anev RO Pid, Olga Sekeon bertindak sebagai perwakilan Polri yang menerima laporan dari perwakilan massa.

"Nanti kita lampirkan laporan ini, dan terima kasih sudah hadir di sini. Nanti akan saya serahkan ke Bareskrim, atau wadah yang menanganinya," ujar Olga.


Usai menyampaikan laporannya, massa pun melanjutkan aksi ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan). Sesampainya di Kementan, perwakilan massa beraudiensi bersama Kementan yang diwakili oleh Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri.

Dalam audiensi Kuro, sapaan akrab Kuntoro, mengaku memang selama ini Kementan pun turut memperhatikan gerak-gerik kelompok atau organisasi yang oleh massa aksi duga menyebarkan berita bohong. Kuro juga turut mengapresiasi dukungan yang diberikan massa.

"Terima kasih sudah memberi support kepada kami. Tetapi di balik itu kita dengarkan saja apa yang mereka katakan. Mereka berbicara di ranah politik. Kalau mereka sudah menjelek-jelekan, mendeskreditkan, apalagi memfitnah, itu harus kita laporkan," ujar Kuro.

Setelah melakukan audiensi dan menyampaikan pendapatnya, massa pun berangsur bubar pada sekitar pukul 15.30 WIB.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed