DetikNews
Senin 18 Maret 2019, 19:52 WIB

Sayat Wajah Korban, Begini Sadisnya Sopir Taksi Online Rampok Penumpang

Samsuduha Wildansyah - detikNews
Sayat Wajah Korban, Begini Sadisnya Sopir Taksi Online Rampok Penumpang Sopir taksi online pelaku perampokan penumpang (Samsuduha/detikcom)
Jakarta - Seorang sopir taksi online, Nurohim Jafar (25), melakukan aksi sadis terhadap penumpangnya, G (27). Nurohim menyayat-nyayat wajah korban lantaran ingin menguasai barang milik korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan korban awalnya memesan taksi online di kawasan Kemang, Jaksel, pada Jumat (16/3). Korban minta diantar ke rumahnya di kawasan Jatisampurna, Bekasi.

Dari Kemang, mobil tersebut kemudian melaju ke ruas jalan tol. Saat mobil hendak keluar dari Tol Jatiwarna, pelaku mengeluarkan pisau cutter yang sudah disiapkan.

"Pelaku mengancam korban minta barang yang ada. Korban menolak dan pelaku menyobek paha korban. Akhirnya korban menyerahkan uang, jam, dan (kartu) ATM," jelas Kombes Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/3/2019).

Selain melukai paha korban, tersangka menyayat wajah korban dengan cutter tersebut. Tersangka menyayat korban di wajahnya dengan membentuk huruf 'Z'.

"Setelah tersangka melukai korban, disayat dengan cutter, akhirnya tersangka minta lagi dicek (tas korban) ada (kartu) ATM," katanya.



Korban kemudian dipaksa mengambil uang lewat kartu ATM tersebut. Tersangka selanjutnya membawa korban ke sebuah gerai ATM.

"Akhirnya berhenti di sebuah tempat ATM, karena tangannya luka, akhirnya dibalut dengan perban gitu untuk menutupi jangan sampai orang lihat dia luka," katanya.

Uang Rp 4 juta yang ada di rekening korban dikuras. Setelah merampas barang-barang korban, pelaku kemudian menurunkan korban di RS Pondok Kopi, lalu melarikan diri.

"Korban diancam jangan lapor. Setelah pelaku pergi, korban melaporkan ke Polsek Pondok Gede," tuturnya.

Tim Unit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh AKBP Jerry R Siagian dan Kompol Ari Cahya kemudian melakukan penyelidikan. Tersangka dibekuk pada Sabtu (17/3), tapi sempat melawan hingga akhirnya ditembak di bagian kakinya.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed