DetikNews
Senin 18 Maret 2019, 18:52 WIB

Terima Aduan Guru Honorer, Fadli Zon Soroti Perhatian Pemerintah

Tsarina Maharani - detikNews
Terima Aduan Guru Honorer, Fadli Zon Soroti Perhatian Pemerintah Foto: Wakil Ketua DPR Fadli Zon menerima aduan dari guru honorer yang datang menemuinya (Tsarina-detikcom).
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menerima aduan dari guru honorer yang datang menemuinya. Menurut Fadli, permasalahan guru honorer sangat tergantung dari perhatian pemerintah terhadap guru honorer.

Fadli menerima guru honorer di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/3/2019). Dalam pertemuan itu, Fadli menyatakan dukungan kepada guru honorer agar mendapatkan kesempatan menjadi ASN.

"Saya lihat persoalan ini adalah political will atau masalah diskresi dari pemerintahan terhadap masalah honorer," kata Fadli.

Menurut Fadli, polemik pengangkatan guru honorer seharusnya tidak sulit untuk diselesaikan. Fadli mengatakan persoalan ini tergantung kepada pemerintah sebagai pengambil kebijakan.

"Saya dalam posisi sangat mendukung honorer yang sudah mengabdi ke bangsa dan negara harusnya diangkat," ujar Fadli.


Sementara itu, pengacara guru honorer, Muhammad Asrun, mengatakan saat ini guru honorer sudah hilang harapan. Asrun menyebut guru honorer siap berhenti andai tidak ada penghargaan memadai.

"Kalau kesimpulannya honorer tidak dihargai, serentak kita siap berhenti. Tetapi kalau ini terjadi bisa lumpuh ini dunia pendidikan," kata Asrun.

Padahal, kata dia, pemerintah masih membutuhkan jasa guru honorer. Namun guru honorer seolah tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Mereka menilai Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bukan solusi.


Menurut Asrun, para guru honorer juga sudah beberapa kali berdialog dengan pemerintah. Namun pertemuan itu tidak pernah membuahkan hasil.

Asrun kemudian menyinggung Pilpres 2019. Dia menyatakan guru honorer tidak akan memilih pasangan calon yang tidak memiliki kepedulian pada tenaga honorer. Asrun menyebut mereka menaruh harapan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Dengan melihat track record sekarang, ada kekecewaan dan tidak akan memilih pemerintahan seperti ini. Kami harap Prabowo-Sandiaga akan memperjuangkan ini," ucap Arsun.
(tsa/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed