detikNews
Minggu 17 Maret 2019, 10:12 WIB

Politikus PAN Desak Penyebar Video Dirinya Bicara Legalisasi LGBT Minta Maaf

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Politikus PAN Desak Penyebar Video Dirinya Bicara Legalisasi LGBT Minta Maaf Yandri Susanto (Lamhot Aritonang/detikcom)
Serang - Politikus PAN Yandri Susanto menyarankan agar penyebar potongan video yang menampilkan dirinya berbicara soal legalisasi LGBT di Banten minta maaf. Apalagi jika di potongan video yang disebarkan dibumbui hoax dan memfitnah entitas tertentu.

"Saya minta kepada yang menyebarkan meminta maaf kepada saya karena saya tidak menyebut presiden, pemerintah, atau partai tertentu yang akan melegalkan LGBT," kata Yandri saat dihubungi di Serang, Banten, Minggu (17/3/2019).


Yandri berani bersumpah tak menyebut entitas apa pun yang akan melegalkan LGBT di video itu. Jika kemudian video ini disebar dengan judul bahwa dia menyebarkan hoax, ia akan mengambil langkah hukum.

"Dan saya bisa menuntut orang yang menyebarkan video ini kalau judulnya saya menyebarkan berita hoax dan memfitnah Pak Jokowi atau partai lain," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, video potongan pidato Yandri menjadi viral di media sosial di Banten. Dalam potongan video 30 detik itu, ia berbicara soal jika LGBT dibolehkan di Indonesia.

"...untuk melegalkan LGBT itu boleh di Indonesia, Pak, Bu. Jadi kalau dilegalkan nanti, di Baros (nama daerah) orang boleh nikah laki-laki sama laki-laki. Perempuan boleh nikah sama perempuan," kata Yandri di potongan video.


Yandri membenarkan bahwa dia yang berbicara video tersebut. Ia berbicara saat pelatihan saksi di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, sekitar dua minggu lalu.

Tapi, menurutnya, video itu hanya potongan dari pidatonya yang panjang sekitar satu jam. Ia mengatakan di pidato itu tidak ada penyebutan atau menuduh pemerintah, partai, atau bahkan menyebut nama Jokowi sekali pun soal legalisasi LGBT.
(bri/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed