detikNews
Minggu 17 Maret 2019, 09:37 WIB

Viral Video Bicara Legalisasi LGBT, Politikus PAN Beri Penjelasan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Viral Video Bicara Legalisasi LGBT, Politikus PAN Beri Penjelasan Foto: Yandri Susanto (Andhika Prasetia/detikcom)
Serang - Video potongan pidato politikus PAN Yandri Susanto menjadi viral di media sosial di Banten. Penyebabnya, di potongan video itu ada kata-kata soal legalisasi LGBT di Indonesia.

Di potongan video 30 detik itu Yandri bicara jika LGBT dibolehkan di Indonesia. Jika dilegalkan, maka laki-laki bisa menikah dengan laki-laki, dan perempuan dengan perempuan.

"...untuk melegalkan LGBT itu boleh di Indonesia, pak, bu. Jadi kalau dilegalkan nanti, di Baros (nama daerah) orang boleh nikah laki-laki sama laki-laki. Perempuan boleh nikah sama perempuan," kata Yandri di potongan video yang viral.



Di video tersebut, Yandri mengatakan tak terbayang jika LGBT dilegalkan. Ia mengatakan warga harus berhati-hati.

Saat dikonfirmasi, Yandri membenarkan bahwa dirinya yang berbicara video tersebut. Ia berbicara saat pelatihan saksi di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang sekitar 2 minggu lalu.

Tapi, video itu menurutnya hanya potongan dari pidatonya yang panjang sekira 1 jam. Ia mengatakan di pidato itu tidak ada penyebutan atau menuduh pemerintah, partai atau bahkan menyebut nama Jokowi sekali pun soal legalisasi LGBT.

"Itu benar saya akui. Tapi kalau tuduhanya saya menyebar hoax, nggak. Saya kan nggak menuduh siapapun, nggak menyebut nama Pak Presiden, nggak pernah menyebut partai tertentu, organisasi, pemerintah tertentu nggak pernah," kata Yandri saat dikonfirmasi detikcom melalui sambungan telepon, Serang, Banten, Minggu (17/3/2019).



Di acara tersebut, Yandri mengaku mengatakan bahwa saat ini LGBT memang marak. Bahkan ada negara yang melegalkan LGBT seperti Inggris dan Amerika. Sebagai politisi PAN, ia mengaku dengan tegas menolak LGBT.

Tapi, Yandri menegaskan bahwa di video yang tak utuh dan sudah dipotong itu ia tidak menyebar hoax soal legalisasi LGBT dan menuduh pihak-pihak tertentu.

"Tapi karena pas potongan seperti itu seolah-olah saya menuduh ada orang yang mau mensahkan. Saya pastikan, saya nggak pernah menuduh siapapun. Justru saya mengajak kepada semua anak bangsa menolak LGBT," katanya.



Bahkan, Yandri siap berbicara di bawah sumpah jika ia tidak menuduh salah satu pihak soal legalisasi LGBT.

"Clear itu saya tetapi saya pastikan kalau mau di bawah sumpah saya siap, bahwa saya tidak pernah fitnah orang perorang, pemerintah atau DPR atau partai tertentu," ujarnya.



Tonton juga video Zulhas Kritik Keras Neno Warisman: Pemilu Bukan Perang Badar!:

[Gambas:Video 20detik]


(bri/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed