detikNews
Jumat 15 Maret 2019, 14:50 WIB

Kisah Cewek di Bekasi Gugat Pacarnya Rp 5,1 M karena Dihamili

Andi Saputra - detikNews
Kisah Cewek di Bekasi Gugat Pacarnya Rp 5,1 M karena Dihamili
Bekasi - Cewek di Bekasi, tidak terima ditinggal kekasihnya karena tidak mau tanggung jawab atas kehamilannya. Selain tidak mau menikahinya, anak mereka juga sudah meninggal dunia.

"Benar ada gugatan itu. Nomor perkara 456/Pdt.G/2018/PN.Bks," kata humas PN Bekasi, Djuyamto kepada wartawan, Jumat (15/3/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, cewek dan cowok itu berkenalan sejak 24 Juli 2015 lalu. Mereka dikenalkan oleh teman mereka. Dari perkenalan itu, sang cewe dan sang cowok akhirnya pacaran.


Pada 25 Desember 2016, cowok mengajak ceweknya pergi ke toko boneka. Namun, tiba-tiba kendaraan dibelokkan ke arah hotel di daerah Bekasi.

Si cewek awalnya curiga tapi tak kuasa menolak karena cowok malah marah. Di kamar hotel, cewek itu akhirnya digagahi. Keperawanan cewek hilang seketika.

Setelah itu, si cowok mengulangi lagi persetubuhan itu berkali-kali dan si cewek tidak kuasa melawannya. Kehamilan tidak terhindarkan.

Saat perut semakin membesar, si cowok melancarkan jurus hidung belang. Dari mulai menghilang hingga tidak mau bertanggung jawab. Bahkan, si cowok memarahi dan meminta si cewek menggugurkan janjin dengan menyuruh meminum jamu-jamu tradisional.

Namun jalan Tuhan berkata lain. Janin itu tetap berkembang hingga bayi itu lahir pada 31 Januari 2018. Meski lahir sehat, namun kesehatan si bayi terus menurun hingga meninggal 1,5 bulan setelahnya.

Hidup si cewek hancur seketika!


Setelah dipikir panjang, si cewek akhirnya melayangkan gugatan ke si cowok karena si cowok sudah benar-benar tidak bisa dimintai tanggungjawab. Si cewek meminta majelis hakim menghukum si cowok untuk memberikan ganti rugi materil Rp 100 juta dan kerugian immateril Rp 5 miliar. si cewek juga meminta uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 1 juta untuk setiap hari keterlambatan dalam melaksanakan putusan setelah mempunyai kekuatan hukum tetap.

"Sidang masih pembuktian dengan pemeriksaan saksi. Ketua majelis yaitu Abdul Ropik dengan anggota Adi Ismet dan Donald Panggabean," ujar Djuyamto.
(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed