DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 07:15 WIB

Round-Up

Geger di Halte TransJ: Penumpang Ditusuk Gegara Sikap Duduk

Ibnu Hariyanto, Mei Amelia R - detikNews
Geger di Halte TransJ: Penumpang Ditusuk Gegara Sikap Duduk Halte TransJakarta BKN (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Seorang pria bikin geger penumpang TransJakarta di Halte BKN, Cililitan, Jakarta Timur. Pria yang belakangan diketahui bernama Sudirman (52) itu menusuk penumpang lain, Eric Sandy (29), karena tidak terima dengan sikap duduknya.

Peristiwa menghebohkan itu terjadi pada Kamis (14/3) pukul 11.30 WIB. Saat itu, halte BKN disesaki penumpang dan di antaranya ada Eric yang sedang duduk santai di kursi ruang tunggu halte.

Tiba-tiba saja, jleb!! Eric ditusuk di bagian paha. Dia berteriak histeris hingga membuat yang lain kaget.

Para penumpang kemudian tertuju pada Sudirman, yang saat itu memegang badik. Takut menjadi sasaran, para penumpang berhamburan ke luar.

Maryati, petugas loket TransJakarta yang saat itu sedang mengisi top-up kartu, juga terkaget-kaget mendengar teriakan penumpang.

"Iya pada panik. Sampai berhamburan ke luar itu penumpang," kata petugas TransJakarta, Maryati, di lokasi, Kamis (14/3/2019).

"Tahu-tahu ada yang teriak aja," katanya lagi.


Insiden itu terjadi begitu cepat. Petugas keamanan TransJakarta pun dengan sigap menangkap Sudirman dan membawanya ke Polsek Kramat Jati, Jakarta Timur.

Petugas keamanan TransJakarta, Hery Sunadi, mengatakan Sudirman naik dari halte non-BRT di Terminal Depok. Sudirman duduk di situ untuk meneruskan perjalanan ke tempat lain.

"Dia naik dari halte non-BRT di Terminal Depok. Jadi di Terminal Depok itu modelnya tidak ada mesin gate, bayarnya cash dan transaksinnya di dalam bus. Di sana juga tidak ada pemeriksaan di Terminal Depok," ungkap Hery.

Hery dan rekannya langsung menangkap Sudirman dan membawanya ke Polsek Kramat Jati.

"Jadi pas kejadian itu penumpang ramai minta tolong dan kita amankan pelaku," sebutnya.

Di Polsek Kramat Jati, Sudirman langsung diinterogasi polisi. Kepada polisi, Sudirman mengungkap alasannya menusuk korban hanya karena persoalan sepele.


"Dia ini trauma dengan orang yang angkat kaki, persoalannya cuma gara-gara ada yang angkat kaki," kata Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin AR.

Sudirman merasa tersinggung karena korban mengangkat kaki selagi dia duduk di sebelahnya. Dia merasa perilaku itu sudah merendahkan harga dirinya.

"Dia merasa terhina kalau ada orang angkat kaki di sebelahnya, langsung ditusuk pakai badik," sambung Nurdin.

Dalam pemeriksaan juga terungkap, sebelum menyerang Eric, Sudirman hampir menyasar penumpang perempuan. Masalahnya sama, karena perempuan itu duduk dengan mengangkat kakinya.

"Sebenarnya ada orang lain juga yang duduk di samping dia mengangkat kaki seperti itu. Dia sudah mulai gereget melakukan itu, tapi cewek itu buru-buru naik bus sehingga tidak terjadi itu (penusukan)," sambung Nurdin.

Aksinya itu, berdasarkan pengakuan Sudirman kepada polisi, karena terpengaruh bisikan roh 'kembarannya'. 'Kembaran' Sudirman memprovokasinya untuk menusuk korban.


"Iya, menurut dia ada roh yang membisiki dia, 'yang dilakukan orang di samping mengangkat kaki itu adalah penghina terhadap diri kamu', itu yang memicu dia melakukan itu," tutur Nurdin.

Hingga Kamis (14/3) malam, Sudirman masih diperiksa di Polsek Kramat Jati. Meski berpotensi sebagai tersangka, polisi akan menentukan status Sudirman setelah gelar perkara.

"Dia sudah ngakui itu kok, ada saksi dan bukti, alat bukti cukup kok. Mengarah (ke tersangka), dia sudah mengakui kok, masih kita dalami pemeriksaan," papar Nurdin.

Kejadian ini juga membuat Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Humas TransJakarta Nadia Diposanjoyo angkat bicara. Nadia mengatakan bahwa insiden itu merupakan perkelahian antarpenumpang.

"Kejadian tersebut merupakan perkelahian antarkonsumen disebabkan karena sikap duduk di halte," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Humas TransJakarta Nadia Diposanjoyo dalam keterangan kepada wartawan.

Sementara itu, Sudirman mengaku siap jika dia harus diproses hukum akan perbuatannya itu. Yang terpenting bagi Sudirman, agar ke depannya tidak ada lagi orang yang merendahkannya.


"Kalau memang saya berhadapan dengan hukum, apa boleh buat, karena harga diri saya," kata Sudirman di Polsek Kramat Jati.

Sudirman mengatakan, dia merasa dihina karena posisi kaki Eric itu. Dia menilai Eric memperlakukannya lebih rendah daripada hewan.

"Karena saya manusia, sedangkan hewan yang rendah tidak perlu saya hina. Saya manusia saya dihina, berarti dia menghina ciptaan Tuhan, manusia diciptakan Tuhan," jelas Sudirman.

Sudirman mengungkapkan, dia merasa tertekan oleh perlakuan orang lain yang dianggapnya merendahkan harga dirinya sehingga dia mengambil keputusan untuk menusuk Eric guna memberinya 'pelajaran'.

"Ini nggak bisa saya tahan, ini puncaknya. Mungkin ini cara yang saya lakukan, kan saya berpikir sepanjang jalan dari Bogor juga sebelum saya melakukan, saya bicara hati ke hati--kalau muslim itu 'tafakur'--apa kira-kira saya lakukan ini supaya orang berhenti begitu sama saya, karena orang kasih begitu sama saya," ungkap Sudirman.

"Tapi sekarang saya nggak bisa, karena sudah berhenti juga. Jadi saya bilang ini harus saya kasih pelajaran sedikit," tutup Sudirman.


(mei/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed