DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 07:06 WIB

Inspeksi Kemenhub Belum Temukan Pilot RI yang Keluhkan Boeing 737 MAX 8

Eva Safitri - detikNews
Inspeksi Kemenhub Belum Temukan Pilot RI yang Keluhkan Boeing 737 MAX 8 Boeing 737 Max 8 (Foto: BBC World)
Jakarta - Pilot di Amerika Serikat (AS) sudah 5 kali melaporkan masalah dengan pesawat Boeing 737 MAX 8 saat terbang. Namun, inspeksi Kementerian Perhubungan belum menemukan adanya pilot Indonesia yang mengeluh terhadap pesawat Boeing 737 MAX 8.

"Sejauh ini kalau secara publik nggak ada, tapi kalaupun ada keluhan dia nggak berani untuk tampil. Dari maskapai juga belum ada laporan, " ujar Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Avirianto,ketika dihubungi, Kamis (14/3/2019) malam.

Ia mengatakan belum ada pilot yang secara terang-terangan mengeluhkan Boeing 737 Max 8. Kalaupun ada, jelas Avirianto, tidak ada yang berani untuk berbicara di hadapan publik.

"Sejauh ini kalau secara publik nggak ada, tapi kalaupun ada keluhan dia nggak berani untuk tampil. Pasti ada suatu ketakutan yang tidak muncul ke permukaan tapi tidak berani membuka ke publik. Itu pilot , kalau kita sendiri kan kalau ada keluhan kita langsung proses. Ini kan nggak ada laporan, ke pemerintah nggak ada, dari Lion atau Garuda juga nggak ada," ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai pengguna Boeing 737 MAX 8 di Indonesia menyatakan belum pernah ada pilotnya yang mengeluhkan masalah pada pesawat tersebut saat terbang. Garuda Indonesia mengoperasikan 1 unit Boeing 737 MAX 8.

"Belum ada," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara.

Sebelumnya dilansir AFP dan Politico, Kamis (14/3/2019), laporan-laporan pilot AS itu didapat dari pengkajian pada database insiden milik Otoritas Penerbangan Federal (FAA) yang memampukan para pilot melaporkan sendiri masalah-masalah yang muncul saat penerbangan. Identitas maupun maskapai sang pilot tidak diungkapkan.

Laporan itu menyebut bahwa para pilot di AS setidaknya sudah lima kali mengeluhkan masalah dalam mengendalikan Boeing 737 MAX 8 saat momen kritis penerbangan. Insiden yang dilaporkan rata-rata melibatkan sistem anti-stall pesawat, yang diyakini menjadi penyebab jatuhnya Lion Air JT-610, Oktober tahun lalu. Insiden yang menewaskan 189 orang dikaitkan dengan sistem stabilisasi penerbangan yang dirancang mencegah pesawat 'stalling'. Sistem itu disebut sebagai 'MCAS'.


Saksikan juga video 'Cara Mengetahui Jenis Pesawatmu Boeing 737 MAX 8 atau Bukan':

[Gambas:Video 20detik]


(eva/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed