DetikNews
Kamis 14 Maret 2019, 23:12 WIB

Tsamara Tantang Masinton: Ayo Diskusi Terbuka

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Tsamara Tantang Masinton: Ayo Diskusi Terbuka Tsamara Amany (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Serangan PSI kepada partai nasionalis, termasuk pengusung Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, mendapat respons keras, salah satunya dari politikus PDIP Masinton Pasaribu, yang menyebut partai besutan Grace Natalie itu odong-odong dan cari sensasi. PSI menantang Masinton melakukan diskusi terbuka.

"Kami tidak pernah menghina atau merendahkan partai politik lain. Kami hanya ajak setiap partai politik untuk berdiskusi secara terbuka, menawarkan program partai mereka itu apa, bagaimana track record mereka dalam perjuangan pluralisme dan antikorupsi. Apakah ini sesuatu yang sulit? Saya kira
publik berhak tahu sikap dan program masing-masing parpol," kata Ketua DPP PSI Tsamara Amany kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).


Tsamara meminta Masinton membeberkan kerja PDIP sebagai partai nasionalis. Forum debat terbuka, menurutnya, bisa jadi opsi.

"Kalau memang Bang Masinton dan partainya merasa sudah mengerjakan pekerjaan rumah mereka, silakan dibeberkan saja datanya, beberkan saja. Justru debat publik akan menguntungkan untuk mereka, kan? Ketimbang bermain retorika dan diksi odong-odong dan truk," sebut Tsamara.

"Dibanding bersembunyi di balik narasi retoris, lebih baik kita berdiskusi. Bang Masinton ini berjuang di dapil yang sama dengan saya, saya juga tertarik diskusi terkait program Bang Masinton sebagai caleg. Bagaimana sikapnya terhadap isu-isu perempuan misalnya?" imbuh dia.


Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie melontarkan 'serangan' bertubi-tubi ke partai politik (parpol) nasionalis karena dinilai bungkam terkait isu intoleransi. Masinton Pasaribu menganggap PSI sebagai partai odong-odong sehingga tidak perlu ditanggapi. Anggota Komisi III DPR RI itu menilai keberpihakan PSI dalam memperjuangkan nasionalisme dan kebinekaan tidak bisa dibandingkan dengan beberapa partai politik yang sudah berpengalaman. Masinton juga mengibaratkan kritik PSI seperti odong-odong dan truk.

"Ngomentarin yang odong-odong begini, menurut saya sih nggak pas juga sih. Jadi, ya namanya juga lagi mencari sensasilah," ujar Masinton.

"Kalau untuk keberpihakan, secara ideologi, dia nggak ada apa-apanya kalau dalam konteks memperjuangkan nasionalisme, memperjuangkan pluralisme, kebinekaan. Kita itu sudah diuji waktu dan sejarah. Jadi odong-odong jangan ngajarin truk Juggernaut berlari," lanjutnya.
(gbr/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +