DetikNews
Kamis 14 Maret 2019, 21:59 WIB

Round-Up

Narasi Prestasi di Balik Promosi Putra Jaksa Agung

Dhani Irawan , Matius Alfons - detikNews
Narasi Prestasi di Balik Promosi Putra Jaksa Agung Jaksa Agung M Prasetyo (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Prestasi Bayu Adhinugroho Arianto, anak Jaksa Agung M Prasetyo, jadi pertimbangan promosi jabatan menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat. Jaksa Agung menepis anggapan nepotisme.

"Nggak ada yang istimewa, semua sesuai dengan mekanisme," ujar Prasetyo kepada detikcom, Kamis (14/3/2019).

Prasetyo menyebut mekanisme promosi dan mutasi di lingkungan kejaksaan selalu melalui keputusan rapat pimpinan. Prosesnya, disebut Prasetyo, harus mempertimbangkan unsur prestasi, dedikasi, loyalitas, dan integritas (PDLI).





"Saya sengaja abstain, menyerahkan pembahasan dan keputusannya kepada unsur pimpinan yang lain dalam rapim (rapat pimpinan) dengan arahan harus tetap mengacu dan berpegang pada PDLI dari yang bersangkutan, secara objektif, proporsional, dan profesional," katanya.

Dia mengaku selalu berpesan kepada Bayu untuk meniti karier di Korps Adhyaksa tanpa embel-embel anak Jaksa Agung. Bahkan, terkait promosi yang menyangkut Bayu, Prasetyo sengaja abstain.

"Saya selalu katakan kepada Bayu, 'Kamu harus jalan dengan kakimu sendiri. Jangan kamu merasa jadi anak Jaksa Agung'," kata Prasetyo.





Sedangkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspen) Kejagung Mukri mengatakan Bayu saat menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Bali berhasil memimpin penangkapan koruptor terbesar yang sudah beberapa tahun tak bisa ditangkap.

"Bayu Adhinugroho Arianto punya kinerja yang hebat dan membanggakan. Sewaktu Kajari Gianyar yang bersangkutan berhasil memenangkan gugatan perdata atas kekayaan negara dan mengembalikan lahan dan istana negara sebagaimana mestinya yang sekian lama tidak terselesaikan," papar dia.





Menurut Mukri, mekanisme dan sistem mutasi maupun promosi secara objektif tetap berlaku sama dan diputuskan dalam rapat pimpinan. Dasarnya, pertimbangan unsur PDLI.

"Sekali lagi perlu disampaikan bahwa semua keputusan dan kebijakan tentang hal tersebut adalah merupakan hasil dari pembahasan bersama meliputi semua aspek, berdasarkan database kepegawaian yang dapat dipertanggungjawabkan. Jadi juga tidak benar kalau ada sementara pihak yang masih menyatakan bahwa mekanisme rotasi saat ini dianggap tidak terbuka dan tidak transparan," katanya.

Selain Bayu, ada sejumlah pejabat di Kejagung yang dipromosikan, seperti Kajari Deliserdang Asep Margono yang dipromosikan sebagai Aspidum Kejati Jawa Timur. Kajari Belitung Sekti Anggrainim dipromosikan sebagai Aspidsus Kejati Banten.

Selain itu, Kasubdit Pemantauan pada Direktorat III JAM Intel Kejagung Anang Supriatna dipromosikan sebagai Kajari Jakarta Selatan. Promosi Anang, sambung Mukri, karena prestasinya dalam program Tangkap Buron (Tabur 31.1).
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed