detikNews
Kamis 14 Maret 2019, 15:21 WIB

ACT Akan Kirim 2.000 Ton Beras Petani Blora ke Palestina

Muhammad Idris - detikNews
ACT Akan Kirim 2.000 Ton Beras Petani Blora ke Palestina Foto: Beras Indonesia Tiba di Gaza (Dok. ACT)
Jakarta - Aksi Cepat Tanggap (ACT) berencana kembali mengirimkan bantuan 2.000 ton beras ke Palestina. Tahun lalu, lembaga kemanusiaan ini juga mengirimkan beras dengan jumlah yang sama ke Jalur Gaza untuk membantu pasokan pangan yang minim imbas blokade Israel.

Direktur Komunikasi ACT, Nurman Priatna Fatah, mengungkapkan pengiriman beras dilakukan bertepatan dengan bulan Ramadan 2019. Menyusul pengiriman beras, pihaknya juga akan membawa bantuan tepung terigu dan bahan pangan lainnya ke Palestina, juga sebanyak 2.000 ton menggunakan Kapal Kemanusiaan.

Kegiatan kemanusiaan ini bukan yang pertama dilakukan ACT. Sebelumnya, ACT juga melakukan program pengiriman bantuan untuk negara muslim lainnya yang sedang bergejolak. Pihaknya menargetkan bisa mengirimkan 10.000 ton pangan lewat Kapal Kemanusiaan ke berbagai negara di tahun ini, termasuk Palestina.

"Tahun lalu itu pertamakalinya kami kirimkan ke Palestina. Paling kita syukuri, Kapal Kemanusiaan pada tahun lalu bisa mengirimkan beras dengan jumlah utuh sampai ke sana 2.000 ton. Kita yakin dengan izin Allah bisa kita lakukan," ujar Nurman ditemui di Jalan Palestina, Cinere, Depok, Rabu (13/3/2019).


Dia mengakui, Israel masih melakukan blokade laut sehingga, perizinan akses masuk kapal ke Gaza cukup rumit dilakukan. Kendati demikian, kondisi tersebut bisa diatasi oleh relawan-relawan ACT yang berada di Palestina.

"Simpelnya itu memang harus ada aturan yang harus diikuti. Tapi kita punya alasan objektif, saudara-saudara kita di sana butuh makanan. Saya tak bisa jelaskan secara detail, karena nanti malah bantuan selanjutnya bisa ditutup. Kita punya mitra-mitra asli di sana yang paham jalur-jalur supaya bisa ke sana," terang Nurman.

Lanjut dia, beras yang dikirimkan ke Palestina seluruhnya merupakan beras petani yang dibina lembaganya. "Kita ada petani-petani di Blora, sekitar 1.000 hektar luas lahan petani yang kita bina," ujarnya.

Diungkapkannya, ACT sendiri sudah 14 tahun rutin mengirim bantuan pangan dan obat-obatan ke Palestina. Sejumlah program juga dilakukan di Palestina seperti bantuan pendidikan hingga kesehatan.


"Seperti di sana kan listrik terbatas karena hanya 3 jam menyala. Makanya rumah sakit perlu dibantu dengan kebutuhan bahan bakar, kita kirimkan ke sana tahun lalu 100.000 liter, cukup untuk waktu yang lama. Mereka minta bantuan kursi roda, kita kirimkan, kita support juga untuk para penghapal Alquran di sana, kita juga berikan semacam voucher belanja untuk warga miskin," pungkas Nurman.
(idr/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed