DetikNews
Rabu 13 Maret 2019, 19:30 WIB

KPAI Bertemu TKN dan BPN, Bedah Visi Misi Capres soal Perlindungan Anak

Rolando - detikNews
KPAI Bertemu TKN dan BPN, Bedah Visi Misi Capres soal Perlindungan Anak KPAI (Foto: Rolando/detikcom)
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggelar kajian bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Kajian digelar untuk membedah visi misi capres dan cawapres yang bertarung di Pilpres 2019 tentang isu perlindungan anak.

"Kita sadar bahwa presiden, calon presiden, cawapres, merupakan pemimpin negara yang tentu menentukan kualitas peradaban Indonesia, menentukan generasi kita ke depan, sehingga untuk ikhtiar bedah visi misi capres-cawapres tentu memiliki relevansi yang tepat untuk mengukur seberapa jauh capres-cawapres tentang visi misi anak," ujar Ketua KPAI Susanto di Gedung KPAI, Jl Teuku Umar, Rabu, (13/3/2019).



Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan TKN Jokowi-Ma'ruf, Ida Fauziah, mengatakan gizi buruk merupakan persoalan yang sangat penting dalam isu perlindungan anak. Dia memamerkan pencapaian pemerintah yang sudah berhasil menurunkan angka stunting dan mendapat respons positif dari Bank Dunia.

"Ini sebagai sebuah catatan yang termasuk sebenarnya kalau kita melihat gizi buruk pada anak, pada periode pertama, stunting itu 37,2% kemudian menjadi 30,8% dan sebuah prestasi karena ini juga diapresiasi oleh Bank Dunia. mungkin di dalam negeri banyak orang yang tidak mau, tidak mengapresiasi turunnya stunting ini, tapi ternyata Bank Dunia memberikan apresiasi karena ada penurunan dari 37,2% menjadi 30%," ucap Ida.

"Komitmennya ke depan seperti apa? kita berkomitmen dari dari sekarang 30,8% kita 2019 ini berharap bisa turun menjadi 28%. Jadi kita punya capaian yang jelas, pada akhirnya kemudian jangan boleh ada anak Indonesia yang mengalami stunting," sambungnya.

KPAIKPAI Foto: Rolando/detikcom




Isu perlindungan anak selanjutnya yang disoroti Ida adalah jaminan kesehatan. Dia mengatakan reformasi kesehatan sudah tertuang adalam visi misi Jokowi-Ma'ruf.

"Berikutnya adalah bicara tentang perlindungan, mata kita tidak bisa tidak, bagaimana negara harus memberikan jaminan kesehatan kepada anak-anak kita. Ada di poin dalam visi misi dan mengembangkan mengembangkan reformasi sistem kesehatan kita akan terus melakukan program JKN-KIS,"kata Ida.



Angka kematian bayi di era pemerintahan Jokowi, menurut Ida, mengalami penurunan. Ida menegaskan Jokowi akan terus berkomitmen untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

"Kemudian angka kematian bayi balita turun dari 40 per 1000 kelahiran pada tahun 2012 menjadi 32 per 1000 kelahiran pada tahun 2017. Jadi masih ada masih angka kematian ibu dan bayi masih menjadi pekerjaan kita. Kita akan terus turunkan karena ini menjadi bagian dari komitmen Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin," jelas Ida.

Di lokasi yang sama, Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Ledia Hanifa memaparkan gizi buruk juga menjadi salah satu fokus utama dari Prabowo-Sandi. Persoalan stunting itu, kata Ledia, bisa diselesaikan dengan peningkatan kualitas gizi, air bersih, dan sanitasi.

"Karenanya kemudian salah satu program peningkatan gizi yang dilakukan oleh pasangan Prabowo-Sandi dalam hal ini, bagaimana kemudian meningkatkan kualitas gizi, air bersih, sanitasi masyarakat dalam mengatasi ancaman stunting ini tadi," beber Ledia.

Lebih lanjut, Ledia memaparkan fokus visi misi Prabowo-Sandi di bidang pendidikan yakni dengan mengembangkan pendidikan berbasis minat bakat anak. Peran sekolah, menurut dia, sangat penting untuk memetakan minat dan bakat anak tersebut.

"Secara umum kami memfokuskan pendidikan yang seharusnya bisa diterima, ini harusnya mengarah kepada pendidikan yang melihat dan mencermati serta mendasarkan pada minat bakat dan potensi yang dimiliki anak. Sehingga dia tidak semata-mata pendidikan yang bersifat umum tetapi harus ada bagian dari sekolah yang semestinya sudah bisa berjalan di sekolah-sekolah itu dengan bimbingan konselingnya melakukan pemetaan terhadap minat dan bakatnya sesuai," imbuh Ledia.





(knv/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed