detikNews
Senin 11 Maret 2019, 20:50 WIB

Round-Up

KRL Normal Lagi, Penyebab Anjlok Masih Misterius

Nur Azizah Rizki Astuti, Ahmad Bil Wahid, gbr - detikNews
KRL Normal Lagi, Penyebab Anjlok Masih Misterius Proses evakuasi KRL yang anjlok dan terguling di Kebon Pedes, Bogor. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Jalur KRL Jakarta-Bogor dan sebaliknya sudah kembali normal setelah terjadi insiden kereta anjlok di wilayah Kebon Pedes, Bogor. Namun hingga saat ini penyebab insiden itu masih misterius.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menginformasikan perbaikan jalur telah selesai tadi siang dan perjalanan KRL berangsur normal.

"Proses perbaikan jalur antara Cilebut-Bogor telah selesai. Perjalanan KA antara Stasiun Cilebut-Bogor dapat menggunakan dua jalur," demikian pengumuman PT Kereta Commuter Indonesia melalui akun Twitter resmi, Senin (11/3/2019).



Deputi Bidang Pelayanan dan Komersial PT KAI Daop Jakarta Cheon Triyanto mengatakan jalur tersebut sudah bisa dilalui meskipun KRL harus melambatkan lajunya dibanding biasanya. "KRL baru bisa melaju dengan kecepatan 40 km (per jam) ya. Nanti kita perbaiki pelan-pelan jadi normal 70 (km per jam)," kata Cheon.

Hingga saat ini PT KCI belum memberikan keterangan penyebab kereta anjlok. VP Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa menyebut penyebab kereta anjlok masih menunggu investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Menunggu hasil investigasi dari tim keselamatan PT KAI pusat dan KNKT," kata Eva.



Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Komisi V DPR memanggil Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berkaitan dengan tergulingnya KRL Jakarta-Bogor di Kebon Pedes. Dia juga ingin dilakukan evaluasi menyeluruh oleh PT KAI terhadap peristiwa tersebut.

"Sudah seharusnya, nanti Komisi V pasti akan memanggil Menteri Perhubungan dan pihak-pihak terkait untuk dalam hal pengawasan untuk lebih tegas lagi diperingatkan dan diawasi perusahaan-perusahaan negara ini agar tidak lalai dan abai dan memakan korban lebih banyak lagi," ucap Bamsoet di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.



"Kami juga sudah melakukan komunikasi dengan PT KAI, dikatakan bahwa ini karena cuaca. Tapi menurut saya, semua harus dievaluasi agar jangan sampai terjadi kembali kecelakaan tersebut yang bisa saja menimbulkan korban nanti," imbuh Bamsoet.
(idn/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed